Obituari: Selamat Jalan Prof Wahyu Sasongko


Prof Dr Wahyu Sasongko SH MHum | ist

Oleh Dr Eng Hi Admi Syarif | Dosen FMIPA Universitas Lampung

DUA hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah buat saudara kita, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung Prof Dr Wahyu Sasongko SH MHum. Kamis kemarin, 27/5/2021, merupakan hari ulang tahun ke-63 bagi Mas Wahyu, demikian kita memanggilnya. “Barakallah fii umrik, semoga Allah memberikan kesehatan dan kebahagiaan kepada Mas Wahyu,” ujar sahabat Ichwanto melalui laman Facebook.

Pagi  ini, Jumat, 28/5, kita dikejutkan dengan kabar duka di gup-grup Whatsapp. Mas Wahyu dikabarkan wafat. Dosen yang cerdas, ilmuwan yang berkontribusi besar bagi penegakan hukum dan HAM di Provinsi Lampung tersebut, mengembuskan napas terakhir di RS Dharmais, Jakarta, dan dimakamkan di pemakaman Giritama Tonjong, Kabupaten Bogor.

Bagi saya, karya-karya, pemikiran, dan keberanian Mas Wahyu membela hukum dan HAM memang sangatlah luar biasa. Dia bukanlah seorang yang frontal atau melawan arus, tapi berani “menembus arus”, membela kebenaran dan keadilan. Pemikirannya di bidang politik, hukum, dan HAM di Lampung sangat tajam.

Sebagai ilustrasi, mengutip berita Republika, dalam kasus mantan bupati Laampung Timur Satono, Wahyu menyampaikan bahwa Satono saat itu perlu segera dieksekusi. Peninjauan kembali (PK) atas kasus tersebut, kalaupun dilakukan, merupakan upaya hukum luar biasa dengan dasar adanya bukti hukum yang baru (novum).

“Upaya PK itu tidak bisa menghalangi eksekusi bagi yang bersangkutan,” tandas Wahyu. “Dengan keluarnya putusan MA yang memvonis Satono bersalah, berarti (kasus tersebut) telah memiliki kekuatan hukum tetap, sehingga aparat penegak hukum wajib mengeksekusi.”

Wahyu Sasongko dikukuhkan menjadi Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung oleh Rektor Prof Dr Karomani MSi, pada Rabu, 7 Oktober 2020. Saat pengukuhan, dia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Reorientasi Hak Kekayaan Intelektual Nasional”. Objek kajiannya sangat penting dilakukan dalam upaya mencari solusi komprehensif atas permasalahan hukum kekayaan intelektual bangsa, khususnya Lampung, pada masa sekarang dan mendatang.

Saya salut kepada dosen senior ini, terutama atas karya-karyanya yang sangat menginspirasi. Wahyu memang salah satu dosen kebanggaan hingga kini.  Dalam percakapan terakhir beberapa waktu, beliau masih memberikan semangat kepada yunior-yuniornya untuk terus menggapai cita-cita.

Atas segala bakti Prof Wahyu kepada dunia pendidikan dan penegakan hukum di bumi Lampung, civitas akademika Unila menyampaikan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam, serta penghargaan yang setinggi-tingginya.

Dang mewang, dang mewang, dang mewang Universitas Lampumg. Wafatnya Mas Wahyu memang pantas membuat kita bersedih, meski tak harus berlinang air mata.

Kesedihan kali ini milik kita semua masyarakat Lampung. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Semoga husnul khotimah.

Pagi ini, Mentari mulai naik di ufuk timur
Ku panggil namamu kakanda
Tiada jawabmu hadir di sini
Yang ada hanya kenangan
Selamat jalan saudaraku
Surga menantimu, inshaallah. (*)

 

 


Komentar

Komentar

Check Also

Opini Andi Desfiandi: “Bom Waktu” Jiwasraya

Dr Andi Desfiandi SE MA | Ketua Bidang Ekonomi Bravo Lima KASUS Jiwasraya kembali menjadi …