Soal Kecelakaan Maut di Tarahan, IB Ilham Malik: Semua Pihak Perlu Tanggung Jawab


AHLI tata kota IB Ilham Malik saat FGD “Sanitasi Aman Tanggung Jawab Bersama” di Hotel Yunna, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Selasa, 20/8/2019. | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Lampung IB Ilham Malik meminta setiap pihak bertanggung jawab terkait kecelakaan yang merenggut tiga nyawa di tanjakan Tarahan, Lampung Selatan, kemarin. Tanggung jawab dimaksud sesuai dengan porsi dan kewajiban masing-masing pihak.

“Jika tidak, maka akan ada pihak yang menjadi korban akibat kelalaian pihak lain. Kondisi ini harus dapat diatasi agar kecelakaan seperti di Tarahan tidak lagi terulang pada masa mendatang,” kata Ilham kepada duajurai.co melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 25/9/2019.

Menurut dosen Universitas Bandar Lampung (UBL) itu, secara umum, penyebab kecelakaan yang melibatkan bus dan truk cenderung disebabkan kondisi kendaraan yang tidak laik jalan, tetapi tetap beroperasi. Bila memang demikian, maka terdapat beberapa evaluasi yang mesti dilakukan:

  1. Ada masalah pada proses mendapatkan surat izin kelaikan operasional kendaraan. Artinya, harus ada pemantauan di setiap Dinas Perhubungan (Dishub) agar kendaraan laik operasional saja yang mendapatkan surat Kir. Jika ada yang bisa mendapatkan surat izin operasi tetapi terjadi kecelkaan dan penyebabnya adalah ketidaklayakan pengoperasian kendaraan, maka pihak pemberi surat laik jalan tersebut harus dimintai tanggung jawab. Sebab, dia adalah satu pihak yang berhak untuk memutuskan kendaraan boleh beroperasi atau tidak.
  2. Jika penyebabnya adalah kelalaian sopir, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab. Termasuk pihak pemilik kendaraan juga dimintai tanggung jawab. Sebab, tugas pemilik kendaraan dan pengendara bukan hanya mengoperasikan kendaraan, tetapi harus bisa memberikan jaminan bahwa keberadaan kendaraan tersebut tidak akan membahayakan pengendara lain selama di jalan raya.
  3. Bila penyebabnya adalah tanjakan dan turunan yang terlalu banyak, tetapi tidak ada tempat pemberhentian kendaraan untuk istirahat, sehingga menyebabkan seluruh sistem dalam kendaraan tersebut rentan mengalami kerusakan, maka harus ada langkah yang ditempuh oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera). Jika usulan ini sudah sejak lama diusulkan tetapi tidak di tindaklanjuti, maka pihak PU-Pera bisa dimintai tanggung jawab.

Sebanyak tiga orang tewas dan enam terluka dalam kecelakaan lalu lintas di tanjakan Tarahan, tepatnya KM 21-22 Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Rabu, 25/9/2019, sekitar pukul 07.45 WIB. Peristiwa tersebut bermula dari truk Hino BE 9302 BG yang mengalami rem blong.(*)

Baca juga Kronologi Kecelakaan di Tanjakan Tarahan yang Renggut 3 Nyawa


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …