Mengenal Ase Binjuma, Pembuat Kapal di Bandar Lampung Sejak 1980


ASE Binjuma (berkumis) sedang membuat kapal di kawasan Gudang Agen, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Ayah delapan anak itu telah membuat kapal sejak 1980. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kawasan Gudang Agen, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, terasa menyengat pada siang itu. Angin berhembus, namun terasa kering di kulit. Sejumlah kapal hilir mudik di sungai yang bermuara ke laut. Beberapa kapal tampak karam dan menyandar di tepi sungai yang berbatasan langsung dengan permukiman penduduk.

Di salah satu sudut permukiman, di tepi sungai, seorang pria lanjut usia tampak sibuk dengan kayu-kayu. Namanya Ase Binjuma, akrab disapa Pak Ase. Dia lahir di Sulawesi pada 1951. Ase adalah seorang pembuat kapal.

“Saya sudah buat kapal di sini sejak 1980 hingga sekarang. Kapal yang biasa saya buat jenis Bagan Badak,” kata Ase kepada duajurai.co, beberapa waktu lalu.

Dalam pembuatan kapal, yang pertama dibuat adalah kerangka badan. Kemudian, membuat katir (sayap perahu) beserta jaring-jaringnya. Selanjutnya, tinggal dilengkapi berbagai properti, seperti mesin lampu, mesin jalan, spender untuk mengukur kedalaman air dan apakah ada ikan atau tidak, GPS, dan lain-lain.

“Kapal kami sudah sesuai standar nasional. Memenuhi standar keamanan juga,” ujarnya.

Ayah delapan anak itu membuat kapal dengan beberapa jenis kayu, seperti mentru, langit, laban, dan sebagainya. Pembuatan satu kapal bisa memakan waktu 4-5 bulan. Sedangkan pekerjanya 3-5 orang.

“Harganya sekitar Rp1 miliar. Itu untuk membeli berbagai properti kapal, seperti lampu, mesin, dan lainnya. Sedangkan biaya jasa paling dapat Rp80 juta dari total harga kapal,” kata dia.

Ukuran kapal yang dibuat tergantung permintaan pemesan. Misal, ukuran 28 gross tonage (GT) dengan kapasitas 20 ton. Ada juga ukuran 30 GT dengan kapasitas 28 ton.

“Kami buat kapal kalau ada pesanan. Ini yang sedang dibuat pesanan dari Jawa. Kami menerima pesanan dari berbagai daerah, terjauh dari Papua,” ucap Ase.

Dalam satu tahun, Ase yang dibantu anak-anaknya bisa membuat hingga lima unit kapal.  Pria berkumis itu memang terkenal sebagai pembuat kapal yang ulung di Bandar Lampung. Dia menekuni pekerjaannya sejak kelas 2 SMP. Kala itu, Ase belajar di Riau, bekerja pada seorang pembuat kapal di sana. Kemudian, dia belajar membuat sendiri, mulai dari kapal hias. Lama-kelamaan Ase belajar merakit kapal sungguhan.

“Saya pernah merantau ke Aceh, Bengkulu, Papua, dan terakhir di Lampung. Di semua tempat itu, kerja saya hanya bikin kapal,” ujarnya.

Di kawasan Telukbetung Selatan, Ase tak sendiri sebagai pembuat kapal. Ada puluhan orang lainnya yang juga membuat kapal, dengan lokasi berbeda-beda.

“Mereka juga buat kapal, sesuai pesanan. Kalau tidak salah, sekitar 20 lokasi pembuatan kapal di Bandar Lampung,” kata Ase.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …