Mahasiswa Itera Didorong Teliti Kekhasan Alam Indonesia


REKTOR Universitas Pertamina Prof Akhmaloka saat Studium Generale bertajuk “Gagasan Penelitian dari Sumber Daya Alam” di Aula Gedung C Kampus Itera, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat, 30/8/2019. | Humas Itera

JATIAGUNG, duajurai.co – Rektor Universitas Pertamina Prof Akhmaloka memotivasi mahasiwa dan dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) untuk menjadi peneliti global dengan memanfaatkan kekhasan alam Indonesia. Dia menyampaikan hal tersebut pada Studium Generale bertajuk “Gagasan Penelitian dari Sumber Daya Alam” di Aula Gedung C Kampus Itera, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat, 30/8/2019.

Salah satu pendiri Itera itu mengatakan, materi kekhasan alam Indonesia yang semestinya dimanfaatkan sebagai materi riset global. Kelebihan Indonesia sebagai negara tropis dan berada di jalur gunung berapi dunia, membuat Indonesia kaya akan sumber daya alam. Seperti struktur batuan muda yang kaya mineral di sekitar gunung berapi.

“Karena berada di kawasan yang banyak gunung berapi, Indonesia banyak memiliki hot spring atau sumber air panas. Sumber air panas adalah tempat hidup enzim thermophilic yang di negara lain belum tentu ada, dan bisa menjadi materi penelitian yang khas,” kata dia melalui rilis dari Humas Itera.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan biodiversitas terkaya, setelah Brazil. Namun, sayangnya masih belum banyak orang yang mengeksplor dan menjadikannya sebagai materi riset. Banyak mikroorganisme yang belum diteliti di tempat lain di Indonesia. Jika mahasiswa atau dosen meneliti mikroorganisme itu, maka sangat berpeluang menjadi pakar riset global tentang bidang keilmuan tersebut.

“Mahasiswa harus mampu menguasai bidang khusus yang spesifik dan sesuai dengan kekayaan alam Indonesia untuk menjadi peneliti global. Misal, ada sesuatu yang hebat di Lampung dan tidak ada di tempat lain, itulah yang perlu dikembangkan,” ujarnya.

Sementara, Rektor Itera Prof Ofyar Z Tamin menyatakan, saat ini, Itera terus berkembang dengan menambah program studi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Momentum stadium generale yang menghadirkan langsung pendiri Itera diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk berpacu dalam prestasi.

“Secara langsung, kami juga mengundang para pendiri Itera Prof Akhmaloka bersama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam lustrum perdana Itera pada 7 Oktober mendatang,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

1.257 Mahasiswa KKN Itera Dilepas ke 82 Desa

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 1.257 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari berbagai program studi akan …