Nunik Dorong Wali Kota/Bupati di Lampung Wujudkan Kota Layak Anak


WAKIL Gubernur Lampung Chusnunia Chalim memberi sambutan pada verifikasi lapangan dalam rangka Evaluasi KLA di Balai Keratun, Bandar Lampung, Rabu, 17/7/2019. | Humas Pemprov Lampung

BANDARLAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim terus mendorong 15 bupati/wali kota untuk bisa mewujudkan wilayahnya menjadi kota layak anak (KLA). Dari 15 kabupaten/kota, tujuh daerah yang berhasil lolas verifikasi admistrasi penilaian KLA, yakni Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Pringsewu, dan Way Kanan.

Hal tersebut disampaikan Chusnunia saat membuka acara verifikasi lapangan dalam rangka Evaluasi KLA. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Abung Balai Keratun, kompleks Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Rabu, 17/7/2019.

“Kita berkumpul di sini bukan untuk mengejar label KLA, tapi untuk sama-sama ingin mewujudkan hak anak. Sama-sama ingin menyiapkan generasi yang akan melanjutkan apa yang dibangun,” kata Chusnunia melalui rilis dari Humas Pemprov Lampung.

Perempuan yang akrab disapa Nunik itu berpesan agar pemenuhan hak anak dapat diwujudkan secara konkret. Sontohnya, dengan mendirikan sekolah ramah anak. Artinya, bukan hanya dari tenaga pengajarnya yang diperhatikan, tapi mulai dari jajanannya harus sehat, termasuk lingkungan. Demikian pula pola asuhnya.

“Perwujudan hak anak menjadi hal fundamental yang harus dilakukan bersama-sama. Bukan hanya menjadi urusan instasi terkait, tapi juga seluruh pihak mulai dari Bappeda, pendidikan, kesehatan, hingga PUPR harus saling bersinergi,” ujarnya.

Sementara itu, Reni Rosalin, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengatakan, untuk dapat menjamin pelaksanaan dan pengembangan KLA dengan baik, terdapat lima klaster yang harus didukung oleh penguatan kelembagaan. Kelimanya, hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya; serta perlindungan khusus.

Kepala Dinas PP dan PA Lampung Bayana menambahkan, penilaian KLA itu melalui empat tahap. Perinciannya, penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, dan finalisasi. Hari ini, pihaknya melaksanakan verifikasi administrasi yang merupakan tahap ketiga penilaian KLA.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …