Aura Publishing Terbitkan Buku Kumpulan Tulisan 17 Pakar Pemerintahan


Buku berjudul Pemerintah dan Pemerintahan Daerah, Refleksi pada Era Reformasi-Membaca Momentum 20 Tahun Reformasi Indonesia yang diterbitkan Aura Publishing /ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Penerbit Aura Publishing kembali menerbitkan buku pada Juli 2018 ini. Buku tersebut berjudul “Pemerintah dan Pemerintahan Daerah, Refleksi pada Era Reformasi-Membaca Momentum 20 Tahun Reformasi Indonesia”.

Berdasarkan rilis yang diterima duajurai.co Kamis, 19/7/2018, buku tersebut merangkum beberapa tulisan para pakar, yang diharapkan dapat menjadi literatur penting untuk memahami isu pemerintah dan pemerintahan daerah di Indonesia khususnya pasca reformasi.

Tulisan yang beragam, baik mengenai ketatanegaraan, tapal batas wilayah, media lokal, korupsi, bahkan perbandingan konsep desentralisasi dengan Jepang diyakini akan memberi kontribusi positif dalam penanganan isu penting daerah dan solusi atas permasalahannya.

Buku yang diedit oleh Budi Sugandi itu mengupas mengenai kondisi sistem pemerintahan dan demokrasi Indonesia 20 tahun pasca reformasi. Banyak jejak-jejak penting yang dapat dipelajari dan diambil pelajarannya untuk menata kehidupan demokrasi yang lebih baik.

Adapun para penulis buku tersebut terdiri dari 17 orang pakar yakni Profesor Yuzuru Shimada dari Graduate School of International Development, Nagoya University. Kemudian, Bhima Yudhistira Adhinegara dari Institute for Development of Economics and Finance.

Selanjutnya, Adhi Cahya Fahadayna dari Northeastern University, Boston. M Fajar Shodiq Ramadlan dari Program Studi Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Winda Wijayanti dari Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara Mahkamah Konstitusi RI.

Lalu, ada Faiz Rahman dari Center for Digital Society, Universitas Gadjah Mada. Hani Adhani, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum, International Islamic University Malaysia (IIUM) yang juga Panitera Pengganti Mahkamah Konstitusi RI.

Tomy Michael dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Bisariyadi dari Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara Mahkamah Konstitusi RI. Lalu, Pan Mohamad Faiz dari  Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara Mahkamah Konstitusi RI.

Ada juga nama Luthfi Widagdo Eddyono dari Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara Mahkamah Konstitusi RI, yang juga aktif pada Center for Democratization Studies, Insight Indonesia, dan Indonesia Turkey Research Community.

Andry Simatauw dari Institut Agama Kristen Negeri Ambon. Lalu, Iqbal Fajar Dwiranda dari Pusat Pengkajian Inovasi Kelembagaan dan Pemerintah Daerah. Oly Viana Agustine dari Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara Mahkamah Konstitusi RI.

Kemudian, Tedi Sudrajat dari Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tri Sulistianing Astuti dari Center for Democratization Studies dan Insight Indonesia. Terakhir, ada Vica Jillyan Edsti Saija dari Fakultas Hukum Universitas Pattimura.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Arinal Matangkan Persiapan Penerbangan Perdana Lampung-Jeddah 30 Oktober  

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terus mematangkan persiapan penerbangan internasional perdana untuk …