PUASA SANG DUAFA: Cerita Hamdan Si Penjual Ikan Sepat Pulang Tak Bawa Uang


HAMDAN, penjual ikan sepat, memperlihatkan santunan dari 9 Naga Group di Jalan Sultan Haji, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Senin, 4/6/2018. | Dwi Herlinawati/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hamdan tengah duduk di bawah pohon pada Senin siang, 4/6/2018. Ia menantikan pembeli ikan di Jalan Sultan Haji, Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Saban hari, Hamdan mengayuh sepeda dari rumahnya di Jalan Raja Ratu ke Jalan Sultan Haji untuk berjualan ikan sepat. Lelaki tua itu menjual ikan sepat sekitar Rp10 ribu-Rp15 ribu per plastik. Bila sedang mujur, ia bisa mengantongi uang Rp20 ribu-Rp30 ribu per hari. Namun, Hamdan relatif sering pulang tanpa membawa uang.

“Saya berangkat berjualan dari jam 12 siang sampai sore. Walaupun tidak ada yang beli, Alhamdulillah ada saja rezeki yang datang dari Allah lewat tetangga,” kata Hamdan.

Pria yang memakai topi itu tinggal bersama istri, anak, dan dua cucunya. Sang istri hanya ibu rumah tangga. Sedangkan anaknya bekerja serabutan. Penghasilan Hamdan yang tak seberapa digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

“Saya berjualan ikan sepat sejak 1999 sampai sekarang. Ikan sepat itu saya beli dari orang, lalu saya jual lagi. Saya jual ikan sambil bantu keluarga,” ujarnya.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng 9 Naga Group dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari 9 Naga Group.(*)

Laporan Dwi Herlinawati


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Nafkahi Anak, Sunarsih Jadi Tukang Cuci Hingga Memulung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Azan subuh belum berkumandang. Sunarsih telah bangun menyiapkan sahur. Di sebuah bedeng di …