Pekan Depan, 25 Karya Perupa Lampung Bakal Bersanding dengan Basoeki Abdullah dan Raden Saleh


PAMERAN SeniRupa “Spirit of Khua Jukhai” | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Galeri Nasional Indonesia (GNI) dan Taman Budaya Provinsi Lampung bakal menggelar pameran bertajuk “Spirit Khua Jukhai” di Gedung Olah Seni (GOS) Taman Budaya Lampung, 22–29 Maret 2017. Gelaran akbar ini akan memamerkan 40 karya lukisan yang meliputi 15 koleksi GNI dan 25 karya rupa perupa Lampung terkini hasil seleksi dari undangan terbuka GNI.

Dalam rilis yang diterima duajurai.co disebutkan, 25 karya terpilih perupa Lampung antara lain karya Ari Susiwa Manangisi (Selangkah Dua Jalan), Ayu Sasmita (Putri Paksi Sekala Begkhak), Bunga Ilalang (Spirit of Lampung), Christian Heru Cahyo Saputro (Kikluk Kibau), Damsi Tarmizi(Biola), Dika Ardes(Girl Power), dan Diki Andrianto (Satu Tujuan).

Selanjutnya, karya Djunaidi KA (Gajah), Eko Martoyo (Penenun), Eddy Purwantoro (Hasrat Kekuasaan), Evit Wong Stiawan (Rumahku atawa Lambanku), Helmie Azehari (We’re The One), Ian Daniarso (Sekura Smile), Ibnu Setyo Budiyanto (Fighting), Icon (Hukum Alam), Koliman (Gerilya), dan Nurbaito (Gotong Royong).

Ada pula karya Pulung Swandaru (TIDAK (gampang) MENJADI LAMPUNG), Salvator Yen Joenaedhy (Multikultural Miniatur Indonesia), Sisna Ningsih (Together Nees), Subardjo (untittle), Sutanto (Sekura of Lampung), Suyitno (Jago Tarung), Toni (Panen Kopi), dan Yulius Benardi (Target).

Sementara di antara 15 karya koleksi GNI terdapat karya maestro seni rupa Indonesia antara lain karya R Basoeki Abdullah (Kakak dan Adik), Raden Saleh Syarif Bustaman (Kapal Karam Dihantam Badai), Subardjo (Kelahiran), dan I Nyoman Gunarsa (Calon Arang).

Baca Pameran Akbar, Taman Budaya Lampung “Hadirkan” Maestro Basoeki Abdullah dan Raden Saleh

Kepala Taman Budaya Lampung Suslina Sari berharap masyarakat Lampung bisa memanfaatkan momen penting dan langka ini. “Ini sebuah kesempatan langka untuk mengenal karya lukis maestro Indonesia sekaligus karya para perupa Lampung terpilih,” ujar Suslina. “Masyarakat Lampung bakal disuguhi pameran seni rupa berkelas dan spekatakuler.”

Kepala GNI Tubagus Sukmana menjelaskan, pameran koleksi GNI merupakan kegiatan tahunan guna mendekatkan karya-karya otentik koleksi GNI kepada khalayak seni rupa Indonesia, termasuk di Lampung.

Tubagus menambahkan, penyelenggaraan pameran keliling GNI selalu disertai karya-karya terpilih dari perupa setempat. “Ini merupakan stimulan yang bernilai penting bagi perkembangan seni rupa daerah tempat pameran keliling berlangsung,” ujarnya.

Pameran Spirit Khua Jukhai dikuratori kurator GNI Sudjud Dartanto didampingi kurator Lampung, Joko Irianto dan David. Menurut David, tema Spirit Khua Jukhai dapat dimaknai sebagai semangat pencampuran budaya masyarakat setempat dengan budaya masyarakat pendatang. “Ini untuk membangun ruang geokultural Lampung, baik secara sosial, budaya, politik, arsitektur dan lainnya,” katanya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Hotel Pertama di Lampung, Radisson Luncurkan Paket Menu Afternoon Tea

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hotel Radisson Lampung meluncurkan paket menu afternoon tea. Radisson merupakan hotel pertama di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *