Soal Pilgub Lampung, Almuzzammil: Negarawan Sulit Kalahkan Hartawan


ANGGOTA DPR Almuzzammil Yusuf (kemeja batik) memberikan cendera mata kepada Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah (berkacamata), kemarin. Al Muzammil bersama pengurus PKS Kota Bandar Lampung bertandang ke Kantor duajurai.co dalam rangka silaturahmi. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Nama Almuzzammil Yusuf masuk dalam 11 bakal calon gubernur (cagub) Lampung hasil polling internal PKS. Menurutnya, untuk menjadi calon gubernur, ada banyak aspek yang diperhitungkan dan dipertimbangkan. Salah satunya adalah modal.

Dia mengatakan, dilema demokrasi di negara ini, yakni masih kuatnya persoalan politik uang. Masih banyak masyarakat yang menganut budaya politik permisif. “Saat ini, masih sulit bagi negarawan mengalahkan hartawan. Ketika maju pilkada, tantangan calon pemimpin itu adalah kalau dia tidak kuat dengan idealismenya, maka dia akan terbelit dengan pemodal,” kata Almuzzammil saat berkunjung ke Kantor duajurai.co, Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, kemarin.

Mantan Ketua Umum PKS itu melanjutkan, dirinya masih menunggu keputusan partai ihwal Pilgub Lampung. Meski namanya masuk bursa bakal cagub Lampung, namun tetap mesti melalui perjalanan panjang. Sebab, PKS tak bisa sendirian mengusung calon gubernur. PKS mesti berkoordinasi juga dengan partai lain. Sedangkan partai lain mempunyai suara lebih besar dari PKS. “Masih banyak yang harus dilewati. Belum lagi nanti ada survei,” ujarnya.

Almuzzammil menambahkan, yang terpenting, sosok yang menjadi pemimpin Lampung ke depan adalah jangan kena kasus uang maupun skandal. Sebab, hal itulah ukuran minimal pemimpin yang baik. “Mudah-mudahan Lampung nanti mendapatkan gubernur yang terbaik, bisa membangun Lampung,” kata dia.(*)

Baca juga Masuk Bursa Bakal Cagub Lampung, Almuzzammil Yusuf Ikut Kemauan PKS

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Riset, Mahasiswa UBL Tanya Sikap PKS Soal Pejabat Publik Korupsi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 10 mahasiswa FISIP Universitas Bandar Lampung (UBL) mewawancarai pengurus DPW …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *