Pemprov Lampung Bahas Konsep Kawasan Ekonomi Terintegrasi


GINTA Wiryasenjaya (berdiri) mempresentasikan konsep kawasan ekonomi terintegrasi di ruang rapat staf ahli gubernur Lampung, Bandar Lampung, Kamis, 9/3/2017. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar rapat pembahasan konsep kawasan ekonomi terintegrasi. Rapat berlangsung di ruang rapat staf ahli gubernur, Bandar Lampung, Kamis, 9/3/2017.

Choiria Pandarita, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan memimpin langsung rapat bersama penggagas konsep kawasan ekonomi terintegrasi, yakni Ginta Wiryasenjaya. Rapat tersebut mengundang sejumlah stakeholder dan para ahli transportasi, ahli sungai, dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam pengantarnya, Choiria mengatakan, pada rapat kali ini, pihaknya ingin membahas gagasan membuat kawasan ekonomi terintegrasi di Bumi Ruwa Jurai. Sebetulnya, Pemprov Lampung ingin sekali ke depan ada kawasan ekonomi khusus yang akan bermuara pada industri pariwisata. “Namun, pagi ini kami akan membahas gagasan Ginta dan kawan-kawan mengenai kawasan terintegrasi, yakni kawasan industri, pelabuhan, dan tol sungai,” ujarnya.

Pekan lalu, lanjut dia, sudah dibahas dengan satuan kerja dan stakeholder terkait, ahli, dan pihak yang sudah memahami seluk-beluk Tulangbawang. Karena itu, pihaknya ingin menggali supaya konsep kawasan ekonomi terintegrasi sempurna. “Kami ingin meminta masukan yang perlu ditambahkan dalam konsep tersebut,” kata dia.

Pada rapat yang lalu, pihaknya menyimpulkan belum terdapat keselarasan regulasi antarkabupaten dan provinsi, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), perizinan, dan lainnya. Hal ituy perlu ditata agar ke depan tidak terhambat dengan peraturan. “Disamping itu, BUMD di kabupaten yang terlibat juga harus mempersiapkan sebagai pelaku usahanya nanti. Termasuk keterlibatan investor yang akan mengelola,” ujar Choiria.

Selain Ginta, hadir dalam rapat tersebut Mantan Bupati Tulangbawang Abdurachman Sarbini, pengamat transportasi UBL IB Ilham Malik, dan akademisi Unila Dwi. Kemudian, Yudi dari Bappeda, Sulis ahli sungai, Koni (peneliti sungai), ahli transportasi Alexander Purba, serta Sulistyo perwakilan pihak swasta.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *