SURVEI PILGUB: Ahok, Ridwan Kamil dan Risma Masuk 10 Besar Pilihan Pemuda Etnis Lampung


Tri Rismaharini | kompas
Tri Rismaharini | kompas

Bandar Lampung – Sejumlah fakta menarik muncul dari survei “Analisis Orientasi, Sikap, Pilihan, dan Budaya Politik Pemuda-Pemudi Etnis Lampung Era Kontemporer” yang ditaja dua dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung, Syafaruddin dan Darmawan Purba. Di antaranya mengenai tokoh-tokoh yang bakal dipilih pemuda beretnis Lampung dalam pemilihan umum gubernur-wakil gubernur (pilgub) mendatang.

Data survei yang berlangsung pada 20-27 Oktober 2016 itu menyatakan, jika hari ini pilgub digelar maka yang bakal meraih suara terbanyak pemilih dari kalangan pemuda beretnis Lampung adalah Herman Hasanusi, Wali Kota Bandar Lampung. Dengan raihan suara 27,5%, Herman mengungguli Gubernur Lampung petahana M Ridho Ficardo yang ‘cuma’ meraih 25,83% suara.

Baca SURVEI: Jika Hari Ini Pilgub, Ridho Ficardo Pilihan Kedua Pemuda Etnis Lampung, Siapa Nomor Satu?

Fakta menarik lainnya, selain sejumlah bupati/wali kota serta tokoh militer/polisi di Bumi Ruwa Jurai, muncul tiga nama kepala daerah di luar Lampung yang memang sedang menjadi perbincangan secara nasional. Ketiganya ialah Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), dan Basuki Thahaja Purnama alias Ahok (Gubernur DKI Jakarta).

Khusus Ahok, sosok kontroversial ini bahkan memperoleh 5% suara pemuda beretnis Lampung, sama dengan capaian Mustafa, Bupati Lampung Tengah. Dengan raihan itu, Ahok dan Mustafa berada di peringkat 3-4 suara terbanyak.

Sementara Ridwan Kamil dengan 4,17% suara, sama dengan capaian Mukhlis Basri, Bupati Lampung Barat, berada di peringkat 5-6. Tri Rismaharini juga masuk jajaran 10 besar. Dengan raihan suara 3,33%, wali kota yang dikenal tegas ini berada di peringkat 7 hasil pilihan pemuda beretnis Lampung.

“Kami mengajukan pertanyaan terbuka kepada responden yakni, apabila hari ini ada pemilihan gubernur lampung, maka siapa calon gubernur yang akan anda pilih? Boleh sipil, boleh militer, boleh perempuan, boleh pria,” beber Syafaruddin kepada duajurai.com, Senin, 14/11/2016.

Dengan metode purposive sampling, responden berjumlah 120 orang di mana salah satu dan/atau kedua orangtuanya beretnis Lampung. Responden berusia 17-30 tahun, kuliah di jurusan sosial atau eksakta, serta berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Menurut Syafaruddin, penelitian ini bertujuan mengetahui orientasi, sikap, dan pilihan, serta budaya politik pemuda etnis Lampung pada era kontemporer terutama dalam kurun survey.

“Selain itu untuk menguji anggapan lama yang berkembang bahwa etnis Lampung cenderung patrilineal atau matrilineal secara budaya dan politik, serta mencari dan menyusun jawaban terkait penyebab perubahan kultur politik yang terjadi,” sambung mantan kepala Litbang Surat Kabar Mahasiswa Teknokra unila ini.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Riset, Mahasiswa UBL Tanya Sikap PKS Soal Pejabat Publik Korupsi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 10 mahasiswa FISIP Universitas Bandar Lampung (UBL) mewawancarai pengurus DPW …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *