Menteri Puan Maharani Kunjungi Lampung Akhir Oktober


PENJABAT (Pj) Sekretaris Provinsi Lampung Sutono (kanan) beraudiensi dengan Magdalena, Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jumat, 7/10/2016. Dalam audiensi itu terungkap bahwa Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani akan mengunjungi Lampung akhir Oktober mendatang. | Humas Pemprov Lampung
PENJABAT (Pj) Sekretaris Provinsi Lampung Sutono (kanan) beraudiensi dengan Magdalena, Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jumat, 7/10/2016. Dalam audiensi itu terungkap bahwa Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani akan mengunjungi Lampung akhir Oktober mendatang. | Humas Pemprov Lampung

Bandar Lampung – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani direncanakan mengunjungi Lampung akhir Oktober mendatang. Kunjungan tersebut terkait dengan program Pemberdayaan Berbasis Budaya.

Hal tersebut disampaikan Magdalena, Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, saat beraudiensi dengan Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Lampung Sutono, Jumat, 7/10/2016. Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Sutono itu juga dihadiri Kadis Perkebunan Ediyanto dan Sekretaris BPMPD Sifa Aini.

Magdalena, dalam rilis yang diterima duajurai.com, mengatakan, nantinya, terdapat dua agenda dalam kunjungan Puan ke Lampung. Pertama, dia akan dialog dan mengikuti presentasi dari PT Nestle di Kabupaten Tanggamus. Presentasi dimaksud terkait pengembangan kopi Lampung. Agenda lainnya, Puan dijadwalkan mengisi kuliah umum di Universitas Lampung (Unila).

Menanggapi hal tersebut, Sutono menyambut baik rencana kunjungan kerja Puan ke Lampung. Dia menyatakan bahwa Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mendapat Penghargaan dari Kemenristek Dikti terkait inovasi pengembangan kopi Lampung. “Sebelum Indonesia merdeka, Lampung memang terkenal akan rempah-rempah. Misalnya, kopi, lada, cengkih, dan lain-lain,” kata dia.

Sutono melanjutkan, kehidupan ekonomi 3,5 juta penduduk Lampung bergantung dari kopi. Untuk itu, dia meminta pemerintah dapat membantu dalam penyediaan bibit unggul. “Jika saat ini petani hanya menghasilkan satu ton kopi per hektare, ke depan kami ingin agar meningkat menjadi tiga ton per hektare,” ujarnya.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *