3 Warga Lampung Penumpang Sriwijaya Air yang Jatuh


Sriwijaya AIr PK-CLC B737-500 | JETPHOTOS.com/ABDIEL IRVAN

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tiga orang penumpang pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu, 9/1/2021, merupakan warga Provinsi Lampung. Ketiganya dikabarkan sebagai warga RW 02, Desa Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Informasi yang beredar menyebut ketiga penumpang dimaksud masing-masing bernama Sugiono, Yohanes, dan Pipit Priyono. Merujuk manifest penerbangan rute Jakarta-Pontianak (Kalimantan Barat) tersebut, mereka duduk satu baris berdampingan yakni di kursi 12, 13, dan 14.

Dari manifest pula, diketahui bahwa Sugiono, Yohanes, dan Pipit berangkat dari Bandara Radin Inten II Lampung, transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan selanjutnya menuju Pontianak.

Pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak, jatuh di perairan Kepulauan Seribu, empat menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat dengan kode penerbangan SJY 182 tersebut hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

“Pada pukul 14.37 WIB, kapten pesawat sempat meminta naik ke ketinggian 29.000 feet (ketinggian jelajah). Dinyatakan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam konferensi pers virtual dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu malam.

Budi menyebut, pesawat hilang dari radar dalam hitungan detik. Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan, posisi terakhir pesawat diketahui berada di atas Kepulauan Seribu.

Adita menambahkan, pada pukul 14.37 WIB, pesawat melewati ketinggian 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta approach. Saat itu lah, pesawat minta izin menambah ketinggian menuju ketinggian jelajah.

“(Pesawat mengarah) ke barat laut. Karenanya ATC menanyakan untuk melaporkan arah pesawat. (Namun), dalam hitungan detik, pesawat hilang dari layar radar,” ungkap Aditia.

Ia melanjutkan, pada pukul 14.40 WIB, menara pengatur lalu lintas penerbangan (ATC) Jakarta melihat arah penerbangan pesawat bukan 0,75 derajat seperti seharusnya bila menuju Pontianak.

Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Badan SAR Nasional Mayjen TNI (Mar) Bambang Suryoaji di Kantor Basarnas menyatakan, informasi hilangnya pesawat ini mereka terima pada pukul 14.55 WIB.

Mulai pukul 17.00 WIB, upaya pencarian langsung digelar secara bersama oleh Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan masyarakat di lokasi yang diduga sebagai titik terakhir pesawat terpantau radar.

Data FlightRadar24 mendapati pesawat hilang kontak hanya berselang sekitar empat menit sejak lepas landas. Penurunan ketinggian pesawat dari posisi yang sudah di posisi jelajah hingga hilang dari radar terpantau sekitar setengah menit saja.

Serpihan yang diduga bagian dari pesawat ini ditemukan di sekitar perairan Kepulauan Seribu menjelang magrib. Sriwijaya Air SJY 182 pun dipastikan jatuh.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …