ADVERTORIAL: Jadi “Dokter” Keluarga dengan Mudah dan Murah


Gatot Arifianto, Kamituwo/Master ATS Paguron Swarna Raya | Ansor Way Kanan

Cukupkah Rp1 juta untuk biaya pengobatan penyakit jantung, epilepsi, asma, pascastroke, sakit gigi, cuci darah, asam urat, dan beragam penyakit medis lain? Cukupkah satu jam untuk menunggu keluarga menjalani pengobatan penyakit jantung, epilepsi, asma, pascastroke, sakit gigi, cuci darah, asam urat, dan beragam penyakit medis lain?

Di zaman serba cepat dan penuh inovasi ini, ada “P3K portable canggih dari masa lampau” yang bisa Anda miliki dengan murah dan mudah digunakan kapan dan di mana saja. Tanpa puasa, tanpa mantra, tanpa keyakinan.

Perkenalkan, Aji Tapak Sesontengan (ATS), rahasia penyembuhan asli Indonesia yang sudah teruji ribuan kali membantu kesembuhan beragam penyakit medis nonmedis.

“Aji bermakna ilmu atau pengetahuan. Tapak bermakna jejak. Sesontengan data yang dikomunikasikan dengan jujur dari hati yang paling dalam,” kata Gatot Arifianto, Kamituwo/Master ATS Paguron Swarna Raya.

ATS sebagai perkumpulan telah mengantongi SK Menkumham Nomor: AHU 0016013.AH.01.07. Tahun 2019. Beberapa dokter di Indonesia, bahkan Jerman telah menggunakan ATS yang mudah digunakan dan bisa digunakan untuk diri sendiri, membantu keluarga dan masyarakat dengan cepat dan tanpa obat. Hanya dengan sentuhan tangan lembut dan cepat. Kapan dan di mana saja.

“Secara hakiki, ATS bukan tentang kesaktian, tapi bagaimana kita hidup damai, berdampingan membantu sesama dengan kemampuan yang telah diberikan Tuhan. Hidup semakin berkualitas setelah tangan diaktivasi ATS,” ujar Gatot.

H Mubarok, praktisi ATS, menyampaikan pengalamannya menggunakan ilmu leluhur nusantara itu.

“Ada pasien kena jin, Alhamdulillah keluar. Kemudian, ada yang sakit kakinya tidak bisa ditekuk enam bulan, sehingga libur jualan. Setelah disonteng satu menit, Alhamdulillah ada perubahan signifikan dan bisa jualan lagi,” kata dia.

Adapun yang menderita kanker rahim stadium tiga, menurutnya, sudah mendingan setelah diterapi ATS. Padahal, pihak medis sudah angkat tangan.

“Kemudian, yang kerasukan jin kafir selama lima tahun sudah ada perubahan setelah diterapi satu minggu. Sudah bisa bicara sedikit-sedikit dan mulai mengenali keluarga. Beruntung sekali saya mengikuti pelatihan ATS. Terima kasih. Semoga berkah,” ujarnya.

Pengalaman lain disampaikan Romadhon. Praktisi ATS itu menangani pasien gagal ginjal yang cuci darah seminggu dua kali.

“Aktivasi ATS langsung praktik. Alhamdulillah setelah disonteng, hasil lab kreatinnya turun drastis menjadi tiga,” kata dia.

Untuk diketahui, kreatinin adalah molekul limbah kimia hasil metabolisme otot serta konsumsi daging yang terbentuk dari kreatin, molekul penting untuk produksi energi otot. Zat yang mengalir melalui pembuluh darah ini disaring oleh ginjal untuk kemudian dibuang bersama urine.

Untuk terapi ATS, baik dengan praktisi atau kamituwo tidak dipungut biaya. Tapi, untuk memiliki ATS, cuma dibutuhkan biaya administrasi Rp1 juta per orang dan bisa digunakan seumur hidup.

Kelas pelatihan di Bandar Lampung dibuka sebulan sekali, dengan peserta minimal 10 orang. Waktu satu jam dan bisa langsung praktik. Gagal uang kembali. Informasi pelatihan dapat menghubungi 085382008080. Video hasil terapi ATS bisa disaksikan di channel Youtube Gatot Arifianto.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Pindah Tugas, Mantan Sekda Lamsel Fredy Jadi Kepala Bappeda Lampung

KALIANDA, duajurai.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) mengadakan acara pelepasan mantan Sekretaris Daerah …