Pemprov Lampung Minta Polinela Padukan Inovasi Pertanian dengan Industri Pariwisata 


SEKPROV Lampung beraudiensi dengan Direktur Polinela Sarono beserta staf di ruang kerjanya, Kamis, 26/12/2019. Dalam Audiensi tersebut, Fahrizal meminta Polinela mengembangkan pertanian, perikanan, dan perkebunan yang dipadukan dengan industri pariwisata, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan pertanian, perikanan, dan perkebunan yang dipadukan dengan industri pariwisata. Sehingga, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Fahrizal Darminto saat beraudiensi dengan Direktur Polinela Sarono beserta staf. Audiensi berlangsung di ruang kerja Fahrizal, kompleks Pemprov Lampung, Bandar Lampung, Kamis, 26/12/2019.

“Program studi Polinela cocok dengan program Pemerintah Provinsi Lampung, yaitu Program Lampung Berjaya. Sebab, mata kuliah cukup komplet, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, dan lain lain,” kata Fahrizal melalui rilis Humas Pemprov Lampung.

Dia juga berharap, Polinela mampu menghasilkan inovasi-inovasi bidang pertanian, perikanan maupun perkebunan. Sehingga, bidang tersebut semakin digemari masyarakat, khususnya generasi milenial. Tak hanya itu, Polinela diminta mengembangkan bidang dimaksud dengan industri pariwisata. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Lampung sudah menjadi destinasi wisata. saya ingin buat paket traveling di Lampung yang kreatif. Polinela bisa ikut berpratispasi di dalamnya. Jadi, pengunjung dapat lebih lama berwisata dan dapat meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sarono menyatakan bahwa Polinela berkomitmen untuk membantu masyarakat Lampung. Hal dimaksud dengan memberi edukasi, pelatihan, budi daya, kunjungan ke universitas atau pertanian, peternakan, dan keramba yang dikelola oleh Polinela.

Sarono juga mengingatkan ihwal MOU yang menyangkut tiga pihak, yaitu Pemprov Lampung, petani, dan Polinela sejak 2014 sampai 2019. MOU tersebut tentang penyiapan sumber daya petani berupa pendanaan beasiswa untuk mahasiswa. Dalam program tersebut terdapat kendala di akhir, yaitu setelah lulus pemerintah belum memiliki skema khusus untuk lulusan dari program tersebut. Oleh karena itu, pihak Polinela meminta kelanjutan atas program tersebut.

Fahrizal mengatakan, “Kami mengharapkan pemantauan atau data setelah kelulusan mahasiswa, dan mahasiswa yang sukses diundang kembali untuk menjadi motivator atau mengisi kuliah umum.”(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Kembangkan Pariwisata, Arinal Dukung Rute Lampung-Kuala Lumpur AirAsia

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendukung pengembangan rute Lampung-Kuala Lumpur yang akan …