Napi Korupsi di Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi Natal


Edi Kurniadi, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Lampung | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lampung memberikan remisi atau potongan masa hukuman pada Natal kepada 69 narapidana (napi). Salah satu dari mereka adalah napi kasus korupsi di Lapas Kelas I Bandar Lampung.

Edi Kurniadi, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Lampung, mengatakan bahwa napi bisa mendapat potongan masa hukuman jika memenuhi syarat administrasi. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Syarat utama untuk dapat remisi Natal adalah beragama Nasrani dan memenuhi semua persyaratan secara administrasi,” kata Edi di ruang kerjanya, Sabtu, 21/12/2019.

Sama seperti napi kasus lainnya, napi tindak pidana korupsi (tipikor) juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan remisi. Hak dimaksud selagi memenuhi persyaratan administrasi. Meski demikian, banyak napi yang tidak bisa mendapat remisi karena terhalang syarat-syarat administrasi.

“Jadi, kalaupun kasus narkoba atau korupsi, kalau memang syarat administrasinya terpenuhi, ya tidak masalah, kami berikan remisi,” ujarnya.

Adapun warga binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung yang terjerat kasus korupsi tersebut bernama Liones Wangsa. Dia mendapatkan remisi satu bulan, dari lama masa pidananya, yaitu empat tahun. Selain napi korupsi, 11 napi lainnya di lapas tersebut yang mendapat remisi Natal memiliki latar belakang kasus narkotika, perlindungan anak, pembunuhan, dan penganiayaan.(*)

Baca juga 69 Napi di Lampung Dapat Remisi Natal 2019

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Pengadilan Tinggi Tanjungkarang-Lampung Raih Sertifikasi Zona Integritas 2019

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang, Provinsi Lampung, berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan …