16 Desember, Disdikbud Luncurkan Smart School Lampung Berjaya


Sulpakar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung segera meluncurkan sekolah pintar atau Smart School Lampung Berjaya.

Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar menjelaskan, program Smart School Lampung Berjaya akan diluncurkan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada Senin, 16 Desember 2019 mendatang, di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung.

Sulpakar mengatakan, peluncuran program pembelajaran berbasis teknologi informasi ini bersamaan dengan peringatan hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-74. Acara tersebut akan dihadiri sekitar 5.000 guru dan siswa tingkat SMP/SMA/SMK/SLB se-Provinsi Lampung.

“Program ini diluncurkan sebagai tindak lanjut dari program Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia, tentang Smart School atau sekolah pintar,” kata Sulpakar melalui rilisnya.

Program aplikasi “Smart School” ini merupakan kerjasama antara Pemprov Lampung dengan Pusat Teknologi dan Komunikasi (PUSTEKKOM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dalam acara peluncuran Smart School itu, siswa juga akan mendapat siraman rohani dari dai kondang asal Sulawesi Selatan Das’at Latif.

Lebih lanjut, Sulpakar menjelaskan, Smart School atau sekolah pintar merupakan suatu konsep sekolah yang berbasis teknologi yang digunakan dalam proses belajar-mengajar di kelas. Penggunaan teknologi pendidikan mencakup suatu sistem terintegrasi yang membantu komunitas pendidikan dalam menjalankan fungsinya masing-masing dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik.

“Pada dasarnya, penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan adalah untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai,” kata dia.

“Tujuan utama teknologi dalam pembelajaran ini untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran dan untuk meningkatkan kinerja. Penggunaan teknologi berbasis internet dalam bidang pendidikan ini membantu interaksi antara komunitas sekolah, siswa dan guru semakin lebih mudah,” imbuhnya. (*)


Komentar

Komentar

Check Also

1.257 Mahasiswa KKN Itera Dilepas ke 82 Desa

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 1.257 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari berbagai program studi akan …