Pemprov Lampung Sambut Baik Rehabilitasi Psikososial Korban Talangsari


PEMBERIAN bantuan untuk korban peristiwa Talangsari 1989 l humas pemprov lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik rehabilitasi psikososial terhadap korban peristiwa Talangsari yang terjadi pada 1989 silam. Pemprov melakukan koordinasi maupun fasilitasi ke pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur demi terciptanya rekonsiliasi nasional.

Hal itu disampaikan Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto dalam acara pemberian bantuan rehabilitasi psikososial korban peristiwa Talangsari Lampung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur, Bandar Lampung, Jumat, 6/12/2019.

Hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenkopolhukam RI Fadil Zumhana dan sejumlah pihak terkait, termasuk keluarga korban.

Menurut Fahrizal, Pemprov sangat mendukung kegiatan pemberian bantuan rehabilitasi psikososial korban peristiwa Talangsari yang dilaksanakan Tim Terpadu Kementerian Politik, Hukum dan HAM sebagai upaya pemulihan hak korban peristiwa Talangsari.

“Hal ini merupakan salah satu bentuk implementasi komitmen pemerintah dalam upaya penyelesaian peristiwa Talangsari yang menjadi prioritas dan ditargetkan selesai pada akhir 2019,” ujar Fahrizal dalam rilisnya.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa Talangsari telah menimbulkan dampak dimensi hak ekonomi sosial terhadap masyarakat yang terdampak. Untuk itu, pemulihan hak ekonomi sosial oleh pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak merupakan salah satu upaya urgen dan strategis dalam menciptakan rekonsiliasi nasional sekaligus memelihara perdamaian agar permasalahan ini terselesaikan tepat waktu dan komprehensif.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemulihan hak ekonomi sosial oleh pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak peristiwa Talangsari mengingat mereka memiliki hak yang sama sebagai Warga Negara Indonesia,” jelas Fahrizal.

Adapun upaya-upaya yang bersifat sosial ekonomi yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, antara lain penyelesaian kepemilikan atas harta benda pribadi terhadap masyarakat yang terdampak, seperti tanah maupun lahan.

Selain itu, pembangunan/peningkatan infrastuktur baik berupa konektivitas, pemukiman dan pengairan seperti pembangunan jalan, perumahan, saluran irigasi pesawahan dan jaringan listrik.

“Kemudian pembangunan/peningkatan sarana prasarana sosial seperti Puskesmas dan sekolah-sekolah, peningkatan pembangunan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, pemberian/peningkatan program dan layanan sosial dan pemberian bantuan sosial, serta pemberdayaan masyarakat melalui pemberian pelatihan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenkopolhukam Fadil Zumhana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Lampung, bupati, dah pihak terkait yang telah memberi perhatian dan peduli terhadap persoalan perlindungan, pemajuan, pemenuhan, dan penegakan HAM.

“Permasalahan bangsa harus diurai dan dicari jalan keluar yang baik sesuai dengan peraturan perundangan. Negara kita memiliki landasan hukumnya, dalam hal ini Kemenkopolhukam bersama kementerian terkait bekerja keras dan sungguh-sungguh mengupayakan bagaimana pemerintah saat ini ingin menghadirkan negara di setiap individu dan mampu melayani seluruh rakyatnya,” jelas Fadil.

Keseriusan ini terlihat dalam menyelesaikan permasalahan HAM yang ada di indonesia, termasuk masyarakat yang terdampak peristiwa Talangsari.

“Pelaksanaan program pemulihan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak peristiwa Talangsari Lampung Timur merupakan sebuah proses, dan bukanlah suatu akhir. Tentunya akan ada langkah-langkah lebih lanjut,” jelas Fadil.

Kepada masyarakat terdampak peristiwa Talngsari, Fadil berharap agar bantuan dan niatan baik ini dapat diterima. “Pemerintah ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Semoga ini menjadi obat dari peristiwa masa lalu,” harapnya.

Mewakili korban Talangsari, Edi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, pemprov, Provinsi, dan Pemeruintah Kabupaten Lampung Timur kepada korban Talangsari. “Saya berkeyakinan, pemerintah memiliki niatan baik, sehingga tidak ada alasan untuk kami menolak niat baik ini,” ucap Edi.

Dalam kesempatan itu, Deputi Kemenkopolhukam Fadil Zumhana, menyerahterimakan akses jalan menuju makam, perbaikan musala, perlengkapan sekolah, bantuan uang Rp5 juta kepada 10 masyarakat, dan bantuan umrah kepada 2 orang.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …