Terima Suap Rp9,6 Miliar, 4 Eks Anggota DPRD Lampung Tengah Dituntut 5 Tahun Penjara


TERDAKWA kasus dugaan suap yang juga mantan anggota DPRD Lampung Tengah Achmad Junaidi Sunardi (kiri), Raden Zugiri (kedua kiri), Zainudin (kedua kanan), dan Bunyana bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 21/11/2019. | Antara Foto/Aditya Pradana Putra

JAKARTA, duajurai.co – Empat mantan anggota DPRD Lampung Tengah dituntut lima tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider tiga bulan tahanan. Mereka dinilai terbukti menerima suap dari eks Bupati Lampung Tengah Mustafa sekitar Rp9,6 miliar.

Empat mantan anggota DPRD Lampung Tengah tersebut, yakni Achmad Junaidi Sunardi selaku Ketua DPRD Lampung Tengah; dan Raden Zugiri, Bunyana, serta Zainuddin selaku anggota DPRD Lampung Tengah.

“Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini menyatakan terdakwa Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri, Bunyana, dan Zainuddin terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” kata jaksa KPK Ali Fikri saat membacakan tuntutan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, seperti dilansir detik.com, Kamis, 5/12/2019.

Ali mengatakan, Achmad, Raden, Bunyana, dan Zainuddin menerima uang dari Mustafa melalui Taufik Rahman selaku Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah saat itu. Uang tersebut diberikan Mustafa agar rencana pinjaman daerah Rp300 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan pengesahan APBD tahun 2018 disetujui.

Penerimaan uang itu disebutkan jaksa sebagai berikut:

  • Achmad Junaidi menerima Rp1,2 miliar dari Mustafa melalui Taufik Rahman
  • Raden Zugiri menerima Rp1,5 miliar dari Mustafa melalui Taufik Rahman
  • Zainuddin menerima Rp1,5 miliar dari Mustafa melalui Taufik Rahman
  • Bunyana menerima Rp2 miliar dari Mustafa melalui Taufik Rahman.

Jaksa menyebut uang yang diterima Raden, Zainudin, dan Bunyana untuk kepentingan pribadi dan dibagikan anggota DPRD Lampung Tengah lainnya. Sedangkan uang yang diterima Junaidi untuk kepentingan pribadi, seperti membayar utang.

“Dengan demikian, maka dapat disimpulkan para terdakwa mengetahui atau patut diduga uang-uang unsur menerima hadiah tersebut diberikan agar para terdakwa dan seluruh anggota DPRD Lampung Tengah lainnya menyetujui pinjaman PT SMI sejumlah Rp300 miliar dan menyetujui pengesahan APBD tahun 2018,” ujarnya.

Selain pidana, jaksa juga menuntut Achmad, Raden Zugiri, Bunyana, dan Zainuddin berupa hukuman tambahan, yaitu pencabutan hak politik. Achmad Junadi dkk dituntut pencabutan hak politik selama lima tahun.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa Achmad, Raden Zugiri, Bunyana, dan Zainuddin berupa pencabutan hak untuk menduduki jabatan publik selama lima tahun,” kata dia.

Jaksa meminta hakim tidak mengabulkan permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan Zainudin dan Bunyana karena tidak memenuhi syarat. Namun, keterangan Zainudin dan Bunyana dianggap untuk meringankan hukuman karena sudah kooperatif sejak penyidikan sampai persidangan. Uang yang diterima para terdakwa juga sudah dikembalikan kepada KPK.

“Untuk menentukan justice collaborator kami berpendapat tidak dapat dikabulkan,” ucap Ali.

Para terdakwa diyakini bersalah melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.(*)

Baca juga Diperiksa KPK, Nunik Jadi Saksi Kasus Korupsi Mustafa


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …