November 2019, Perdesaan di Lampung Alami Deflasi 0,06%


Desa | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Perdesaan di Provinsi Lampung mengalami deflasi sebesar 0,06% pada November 2019. Hal tersebut disebabkan penurunan indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 0,40%.

Sedangkan kelompok lainnya mengalami kenaikan. Perinciannya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik sebesar 0,30%; perumahan sebesar 0,22%; kelompok sandang naik sebesar 0,09%; dan kelompok kesehatan naik sebesar 0,06%. Kemudian, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan; serta dan kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,13%.

“Inflasi perdesaan tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu sebesar 1,12 persen%. Sedangkan terendah di Provinsi Maluku deflasi sebesar 0,48%. Provinsi Lampung dengan deflasi perdesaan sebesar 0,06% menempati peringkat ke-29 secara nasional,” demikian dikutip dari laman BPS Lampung, Kamis, 5/12/2019.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung secara gabungan naik sebesar 0,59%. Perinciannya, subsektor pertanian tanaman pangan naik 0,80%; subsektor tanaman hortikultura naik sebesar 0,20%; dan subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 1,47%. Berikutnya, subsektor peternakan turun sebesar 0,49%; subsektor perikanan tangkap naik sebesar 0,43%; dan subsektor perikanan budi daya naik sebesar 1,29%.(*)

Baca juga Masa Panen Berlalu, Harga Gabah di Tingkat Petani Lampung Naik 0,28%


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …