Hadapi Bonus Demografi, Generasi Milenial Lampung Disarankan Investasi Pasar Modal


TALKSHOW “Be Young and Smart Investor” di Balai Keratun, kompleks Pemprov Lampung, Rabu, 4/12/2019. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menjadi pembicara talkshow bertajuk “Be Young and Smart Investor” di Balai Keratun, kompleks pemprov setempat, Bandar Lampung, Rabu, 4/12/2019. Pada kesempatan itu, dia mengedukasi generasi milenial tentang pentingnya investasi sejak dini, khususnya pasar modal.

“Memulai investasi sejak muda merupakan salah satu cara mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi. Seperti diketahui, bonus demografi merupakan suatu value dan tantangan bagi pemerintah serta kita semua,” kata Chusnunia melalui rilis Humas Pemprov Lampung, kemarin.

Menurut perempuan yang akrab disapa Nunik itu, jika bonus demografi berhasil dikelola dengan baik, maka dapat menjadi sebuah nilai tambah dan modal bagi pembangunan. Sebaliknya, bila bonus demografi tidak dikelola, maka menjadi persoalan yang akan mengancam kelangsungan itu sendiri.

Salah satu penyebab dari kegagalan memanfaatkan bonus demografi adalah kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang kurang mumpuni. Investasi sejak muda merupakan salah satu solusi yang dapat diambil untuk menciptakan kalangan muda yang mapan dan mandiri secara finansial.

“Saya sangat senang melihat anak-anak muda yang bersemangat untuk belajar berinvestasi sejak muda. Saya tergerak melakukan talkshow juga karena dorongan dari teman-teman milineal yang mengirim direct message via akun media sosial saya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung Hendi Peayogi. Dia mengajak mahasiswa dan kalangan muda untuk memulai investasi sejak dini. Sebagai generasi yang akan meneruskan tonggak pembangunan, generasi muda perlu mempersiapkan diri sejak dini menghadapai masa depan yang makin kompetitif.

“Stigma berinvestasi saat sudah mapan harus dipatahkan. Sebab, saat ini menurut data yang ada 30% dari jumlah investor di Lampung adalah mahasiswa,” kata dia.

Hendi melanjutkan, persyaratan untuk investasi relatif murah dan pilihan yang beragam. Salah satu jenis investasi yang dapat dijadikan pilihan adalah invesatsi pasar modal/saham. Harga saham saat ini beragam dan banyak pilihan, mulai dari saham dengan nilai Rp50 per lembar saham hingga ratusan ribu, bahkan jutaan.

“Peserta pasar modal syariah akan dievaluasi oleh MUI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap enam bulan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Qudratul Ikhwan menyampaikan bahwa berinvestasi itu tidak sulit dan sebaiknya dimulai dari sekarang. Dalam tren perekonomian, investasi di pasar modal merupakan jawaban dari keinginan generasi milenial untuk mapan pada usia muda.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Pindah Tugas, Mantan Sekda Lamsel Fredy Jadi Kepala Bappeda Lampung

KALIANDA, duajurai.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) mengadakan acara pelepasan mantan Sekretaris Daerah …