UIN Raden Intan Peringkat 11 Nasional Kampus Hijau Berkelanjutan


REKTOR UIN Raden Intgan Prof Dr Moh Mukri MAg didampingui Dr Eko Kuswanto (kiri) menerima piagam peringkat 11 nasional Kampus Hijau Bekelanjutan, Selasa, 3/12/2019 | humas UIN RL

JAKARTA, duajurai/co –Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menoreh prestasi. Kampus di bilangan Sukarame, Bandar Lampung tersebut berhasil menduduki peringkat 11 sebagai Kampus Hijau Berkelanjutan di Indonesia.

Ini berdasarkan penilaian yang dilakukan UI GreenMetric World University Rangkings 2019. Raihan UIN Raden Inten tahun tersebut naik tujuh level dari tahun 2018 yang berada di posisi 18 besar di Indonesia.

Untuk tingkat internasional, UIN Raden Intan menempati peringkat ke- 172 di antara berbagai kampus dunia. Di regional Sumatera, UIN Lampung berjaya di peringkat pertama.

Rektor UIN Raden Intan Prof Dr Moh Mukri MAg mengatakan, prestasi ini merupakan salah satu capaian yang cukup membanggakan.

Alhamdulillah kami menempati rangking sebelas. Tentu prestasi ini membanggakan, karena dari tahun ke tahun pesertanya meningkat,” katanya dalam rilis yang diterima duajurai.co, Selasa, 3/12/2019.

“Tentu capaian ini diharapkan menginspirasi kampus-kampus yang lain,” harapnya.

UI GreenMetric World University Rangkings merupakan publikasi tahunan mengenai peringkat perguruan tinggi di dunia yang dilakukan oleh UI GreenMetric.

UI GreenMetric menilai universitas berdasarkan komitmen serta tindakan terhadap penghijauan yang dilakukan secara keberlanjutan di lingkungan kampus.

Pada 2018, UIN Raden Intan menempati peringkat 18 besar dengan skor 4.800. Sedangkan tahun ini, berada di peringkat 11 dengan skor 6.250.

Sesama PTN di Lampung, UIN Raden Intan pun unggul dari Unversitas Lampung yang berada di peringkat 18, dan Institut Teknologi Sumatera (24).

Setidaknya ada tiga langkah penting yang dilakukan dalam mewujudkan UIN Lampung sebagai kampus yang ramah lingkungan.

1. Menciptakan ekosistem yang sehat yakni dengan membangun bendungan atau embung, dan biopori. Langkah ini membuat kampus tidak banjir saat musim hujan, dan tidak kekeringan saat kemarau.

2. Menjadikan kampus bebas asap rokok. Di lingkungan kampus semua sivitas akademika tidak diperbolehkan merokok. Bahkan kantin pun tidak diperbolehkan menjual rokok.

3. Melakukan penghijauan dengan rmenyediakan ruang untuk penanaman pohon. Dampaknya, selain mempunyai “paru-paru” karena banyak tanaman, kampus juga menjadi asri dan indah, serta ramah lingkungan.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

SDN 1 Triharjo Merbau Mataram Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional

KALIANDA, duajurai.co – SDN 1 Triharjo Kecamatan Merbau Mataram yang mewakili Kabupaten Lampung Selatan meraih …