Hearing Jual Beli Jabatan Seleksi KPU, Pilkada 2020 Starting Poin Integritas KPU


KETUA KPU Lampung Erwan Bustami | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisi I DPRD Provinsi Lampung menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Senin, 2/12/2019. Rapat membahas sejumlah hal, di antaranya dugaan jual beli jabatan dalam seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota yang menyeret komisioner KPU Lampung Esti Nur Fathonah.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung Yozi Rizal mengatakan, KPU terbuka ihwal kasus tersebut. KPU menghormati proses yang terjadi, baik itu proses hukum terhadap Esti maupun di internal oleh KPU RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Prinsipnya adalah kami menghormati proses yang terjadi, baik itu proses penegakan hukum maupun proses penegakan etika di internal KPU. Kami mengikuti dan mencermati perkembangan itu,” kata dia.

Dalam hearing, pihaknya sepakat akan mencoba menjadikan pilkada serentak delapan kabupaten/kota pada 2020 sebagai starting point untuk melihat sejauh mana kadar moralitas dan integritas KPU sebagai penyelenggara pemilu. Sehingga, nanti bisa diperoleh hasil yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dan akhirnya mampu mengembalikan kepercayaan publik kepada lembaga KPU. Itu yang menjadi fokus kami dalam pembahasan tadi,” ujarnya.

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami menyatakan, pihaknya hanya melaksanakan tugas tambahan dari KPU RI terkait fit and proper test terhadap 10 calon komisioner hasil penetapan tim seleksi. Uji kelayakan dan kepatutan itu berlangsung di Swiss-Belhotel, 1-2 November lalu.

“Kami sudah lakukan bagaimana mekanisme sesuai permintaan KPU RI terkait penentuan panel, yaitu melalui pengundian. Termasuk peserta pun saat masuk ruangan juga berdasarkan pengundian,” kata dia.

Mengenai dinamika yang berkembang, pihaknya menyatakan bahwa KPU Lampung menyerahkan semua proses melalui mekanisme sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kalau yang anggota KPU ini kan (Esti) tidak dilaporkan ke Polda, tetapi ke DKPP terkait indikasi pelanggaran etik. Terkait dengan etik ini, tidak bisa diwakilkan oleh lembaga, ini personal. Sejauh ini, kami belum dapat informasi perkembangan penanganan laporannya,” ujar Erwan.

Budiono melaporkan dugaan pemberian uang dalam proses seleksi calon anggota KPU. Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) itu mengaku punya bukti berupa rekaman percakapan dan video. Rekaman video memperlihatkan Esti bersama calon komisioner KPU Pesawaran berinisial LP dalam sebuah kamar di Swiss-Belhotel. Saat itu, sedang berlangsung fit and proper test terhadap calon komisioner KPU Kabupaten Pesawaran, di mana LP adalah salah satu peserta.(*)

Baca juga JUAL BELI JABATAN SELEKSI KPU: Esti Absen Hearing, Anggota DPRD Tambah Curiga

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Dialog, Balon Wali Kota Metro Andi Surya Beri Beasiswa Jaminan Sarjana

METRO PUSAT, duajurai.co – Bakal Calon (Balon) Wali Kota Metro Andi Surya menggelar dialog kemasyarakatan …