Belasan Ekor Kucing Mati Dibantai, Bangkainya Ditemukan di Pinggir Pantai Lempasing


PENGGIAT Komunitas Cat Rescue Lampung (CRL) sedang mengevakuasi belasan bangkai kucing di pinggir Pantai Sukajaya, Pesawaran, Sabtu, 30/11/2019. | ANTARA/Dian Hadiyatna

TELUK PANDAN, duajurai.co – Belasan bangkai kucing ditemukan di pinggir pantai oleh warga Sukajaya Lempasing di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Binatang yang biasa dipiara manusia itu diduga dibantai oleh seorang warga di sana yang mengalami gangguan jiwa.

“Penemuan bangkai kucing ini sudah terjadi selama satu pekan. Setiap harinya ditemukan minimal satu bangkai kucing,” kata Umi Yani, warga setempat, seperti dilansir Antara, Sabtu, 30/11/2019.

Belasan bangkai kucing tersebut ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Tubuhnya telah membusuk dengan kepala terikat tali. Juga ada bangkai kucing tanpa kepala.

Umi merasa resah dengan penemuan banyak bangkai kucing, beberapa hari terakhir. Terlebih, orang yang diduga pelaku adalah warga setempat. Sebab, Umi juga memiliki kucing piaraan.

“Saya punya kucing, kalau malam saya langsung bawa masuk ke rumah. Pelaku ini juga gila. Jadi, dia pernah bilang kalau kucing di sini habis, orang yang akan dibunuh. Dia ngomong langsung begitu,” ujarnya.

Yuyun, Ketua RT 04, Dusun 3, Desa Sukajaya Lempasing, mengaku tidak pernah melihat secara langsung pembantaian kucing tersebut. Namun, dia mendapat informasi bahwa banyak warga melihat L yang diduga pelaku seperti mengejar-ngejar kucing menggunakan tali. Peristiwa tersebut terjadi dua hari yang lalu.

“Pelaku tidak pernah membunuh orang, tapi usil saja kepada anak-anak. Jadi, kami merasa khawatir kalau kucing ini habis takutnya lari ke anak-anak,” kata dia.

Yuyun mengaku sudah berkomunikasi dengan keluarga pelaku agar L diobati ke rumah sakit jiwa. Sebab, dikhawatirkan tindakan ini dilakukan ke objek yang lain.

“Keluarganya sudah setuju, namun semuanya kembali kepada mereka,” ujarnya.

Sementara itu, penggiat Komunitas Cat Rescue Lampung (CRL) Berliani Hutagalung mengatakan, pelaku pembantaian belasan kucing yang ditemukan oleh warga di pinggir pantai Sukajaya Lempasing merupakan seorang yang mengalami gangguan jiwa. Setelah mendapatkan informasi dari Facebook, pihaknya bersama tim langsung mendatangi lokasi. Berdasar informasi yang diperoleh, pelaku pernah melakukan kekerasan kepada anak-anak dengan mencekik dan memukuli mereka.

“Kejadian tersebut kembali terulang, namun pelaku melakukannya terhadap kucing. Dari peristiwa itu kami langsung melakukan mediasi kepada keluarga, dan keluarga mengaku bahwa pelaku ini memiliki gangguan jiwa,” kata dia.

Pihaknya meminta agar dinas terkait dapat membantu menangani kasus tersebut. Sebab, sangat berbahaya bila dibiarkan. Dia juga meminta pelaku yang mengalami gangguan kejiwaan mendapat pengobatan.

“Kami mencatat, bangkai kucing yang ditemukan di sini pertama delapan ekor. Selain itu, yang dikubur ada empat ekor, kemudian hari ini ditemukan satu ekor. Pagi tadi, warga menemukan tiga ekor bangkai kucing dan sudah dikuburkan, bahkan ada yang hanyut ke laut,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

SDN 1 Triharjo Merbau Mataram Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional

KALIANDA, duajurai.co – SDN 1 Triharjo Kecamatan Merbau Mataram yang mewakili Kabupaten Lampung Selatan meraih …