Bela Negara, Danramil Sutoto Minta Mahasiswa Itera Ikuti Aturan Kampus


DANRAMIL 410-04/TKT Mayor (Inf) Sutoto mengisi Ceramah Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) Itera, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 28/11/2019. Pada kesempatan itu, dia meminta mahasiswa Itera turut terlihat kegiatan bela negara dengan cara mengikuti aturan di kampus dan menjalani perkuliahan dengan baik. | Humas Itera

JATIAGUNG, duajurai.co – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) diminta aktif dalam kegiatan bela negara. Salah satu caranya, yakni dengan displin mengikuti setiap aturan di kampus dan menjalani perkuliahan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Danramil 410-04/TKT Mayor (Inf) Sutoto saat mengisi Ceramah Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) Itera, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 28/11/2019.

“Kegiatan bela negara dapat disesuaikan dengan profesi masing-masing individu. Sebagai mahasiswa, sudah semestinya mengikuti perkuliahan dengan baik, mengikuti aturan, dan mencintai produk dalam negeri,” kata dia, seperti dikutip dari laman Itera, Jumat, 29/11/2019.

Dalam kesempatan tersebut, Sutoto menyampaikan materi bertajuk “Proxy War” yang dimaknai sebagai perang yang dilakukan satu pihak dengan memanfaatkan pihak ketiga. Peperangan dimaksud melalui berbagai aspek, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Saat ini, proxy war menjadi salah satu ancaman yang membuat sebuah negara menjadi rapuh dan terpecah belah.

“Banyak negara yang hancur karena menjadi korban proxy war, seperti Iran dan Suriah. Cara ini digunakan oleh suatu negara untuk menyerang negara lain, sehingga perlu waspada,” ujarnya.

Menurut Sutoto, salah satu hal yang melatarbelakangi proxy war adalah krisis energi di muka bumi. Jumlah penduduk yang terus bertambah, sementara cadangan energi semakin menipis, membuat peperangan di berbagai belahan dunia. Sebagai negara yang memiliki posisi di ekuator dengan segala kekayaan sumber daya alam, Indonesia perlu waspada menjadi sasaran proxy war. Sehingga, mahasiswa sebagai generasi yang kelak akan membangun bangsa diminta untuk terlibat dalam bela negara.

“Hal yang saat ini sangat dibutuhkan adalah Kepedulian. Sebab, generasi muda saat ini cenderung masa bodoh dengan kondisi lingkungannya. Generasi muda perlu membedakan mana yang hoax (kabar bohong) dan mana informasi yang benar,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Pindah Tugas, Mantan Sekda Lamsel Fredy Jadi Kepala Bappeda Lampung

KALIANDA, duajurai.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) mengadakan acara pelepasan mantan Sekretaris Daerah …