Arinal Djunaidi Kampanyekan Makan Telur Bebas Residu Antibiotik


GUBERNUR Lampung Arinal Djunaidi mengampanyekan makan telur bebas residu antibiotik di Bandar Lampung, Jumat, 22/11/2019. | Antara Lampung/HO

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengampanyekan makan telur bebas residu antibiotik. Langkah itu menyusul diraihnya sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) oleh Provinsi Lampung karena berhasil memberikan jaminan keamanan pangan untuk masyarakat.

“Lampung dinilai berhasil melakukan pembinaan peternak ayam petelur, sehingga bebas dari residu antibiotik,” kata Arinal, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 23/11/2019.

Saat ini, lanjut dia, dari 45 unit usaha budi daya peternakan di Indonesia yang sudah memiliki sertifikat NKV, 14 di antaranya atau 30% berasal dari Provinsi Lampung. Prestasi tersebut memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pembinaan dan sertifikasi NKV pada budi daya ayam petelur terbanyak dalam satu tahun.

“Untuk ke depan, saya berharap FAO, Kementerian Pertanian, Universitas Lampung (Unila), dan Asosiasi Peternakan dapat berkolaborasi dengan baik demi mewujudkan masyarakat Lampung Berjaya dalam bidang pertanian secara umum dan secara khusus sektor peternakan,” ujarnya.

Syamsul Maarif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, mengatakan bahwa pangan produk hewan di Lampung sudah mengarah pada sistem sanitasi yang baik. Artinya, peternak di Lampung mampu mengikuti peraturan pemerintah dan internasional untuk menggunakan antibiotik dengan bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.

Selain berhasil membina peternak ayam petelur yang bebas residu, Lampung memiliki jumlah peternak yang banyak. Sehingga, bisa dijadikan sebagai langkah awal dalam pengurangan penggunaan antibiotik yang bagus.

“Lampung ini cukup terkenal dan berpengaruh dalam produktivitas ternak unggas. Ini bisa berpengaruh besar jika berhasil dilakukan. Karena itu, kami memilih Lampung,” kata dia.

Sementara itu, Tim Leader FAO ECTAD Indonesia Jim Mc Grane mengaku senang mengetahui Lampung adalah provinsi pertama yang berhasil mendapatkan 14 sertifikat untuk peternakan unggas dalam satu tahun.

Menurutnya, pada perayaan pekan kesadaran antibiotik dunia ini, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Salah satunya, mengurangi penggunaan antibiotik pada masa depan. Sebab, penggunaan antibiotik secara terus-menerus bisa membuat penyakit menjadi kebal/resisten.

“Kami mengimbau para peternak meningkatkan biosekuriti. Dengan menerapkan biosekuriti, maka tingkat penyakit menjadi rendah. Sehingga, penggunaan antibiotik tidak begitu diperlukan,” ujar Mc Grane.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …