Pernah Kalah Pilkada Lamsel, Ini Alasan Rycko Menoza Maju Pilkada Bandar Lampung


BALON Wali Kota Bandar Lampung Rycko Menoza menjawab pertanyaan panelis saat fit and proper test di DPD PKS Bandar Lampung, Kamis, 21/11/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bakal Calon (Balon) Wali Kota Bandar Lampung Rycko Menoza mengikuti fit and proper test di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandar Lampung, Kamis, 21/11/2019. Uji kelayakan dan kepatutan itu menghadirkan empat panelis, di antaranya Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah sebagai praktisi media.

Saat fit and proper test, Juwendra menanyakan alasan Rycko maju dalam Pilkada Bandar Lampung. Sebab, anak mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP itu merupakan petahana di Lampung Selatan (Lamsel) yang kalah pada pertarungan periode keduanya.

“Dahulu sudah pernah kalah, dan sekarang mencalonkan diri di Kota Bandar Lampung. Apa yang mendasari Rycko Menoza masih berkeinginan menjadi kepala daerah di Bandar Lampung, yang medannya bahkan lebih berat dari Lampung Selatan,” tanya Juwendra.

Menanggapi hal tersebut, Rycko mengatakan, “Dengan bekal pengalaman yang saya miliki, saya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat. Apalagi, dari sisi sejarah yang panjang, pendahulu saya, orang tua dan keluarga pernah melakukan sesuatu untuk masyarakat Bandar Lampung, kenapa saya tidak”.

“Menjadi kepala daerah tidak serta-merta mencari jabatan karena tidak sebanding dengan risikonya. Kalau mau (hidup) tenang, ya sebenarnya lebih enak sekarang ini (tidak ada jabatan),” ujarnya.

Rycko mengaku tidak menyesali apa yang terjadi pada 2015, di mana sebagai incumbent kalah pada Pilkada Lamsel. Sebaliknya, dia merasa bersyukur pernah memimpin wilayah yang punya konflik sosial. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal baginya untuk melangkah.

“Mudah-mudahan masyarakat merasakan manfaat, beberapa hal yang saya tinggalkan di sana, seperti pembangunan dua stadion dan lainnya,” kata dia.

Selanjutnya, Juwendra menanyakan soal peluang Rycko menang melawan sejumlah kompetitornya di Bandar Lampung. Setidaknya, ada dua balon wali kota yang dinilai punya kans untuk menang.

Rycko menyatakan, dirinya berpeluang menjadi pemimpin di Bandar Lampung dengan konsep Bandar Lampung Baru. Maksudnya, harus ada hal-hal yang baru dan dibenahi di Bandar Lampung, setelah kepemimpinan dua periode Wali Kota Herman HN.

“Saya yakin dan percaya warga Bandar Lampung lebih rasional, seiring dengan tingkat pendidikannya yang semakin tinggi. Masyarakat bisa menilai dan melihat bagaimana Bandar Lampung saat ini, dan apa yang dibutuhkan ke depan. Bukannya tidak suka dengan yang lama (wali kota). Tapi, kan harus ada pembaharuan terus. Jadi, tidak ada hal yang tidak mungkin,” jawabnya.

Juwendra kemudian meminta Rycko membeberkan mimpi-mimpinya jika menjadi pemimpin Kota Bandar Lampung. Menurut Juwendra, Bandar Lampung dengan segala kekurangannya justru punya banyak kelebihannya, misal punya laut, sungai, dan 33 bukit. Tidak banyak wilayah lain yang punya bentang alam sebaik Lampung.

“Saya punya mempi membuat wisata bukit dengan menyambungkan bukit-bukit dengan cable car. Bukit dijadikan objek wisata yang orang lain bisa menikmatinya,” sahut dia.

Kemudian, Rycko juga ingin ada wisata laut, baik itu objek wisatanya maupun wisata kuliner laut. Dia ingin mengundang investor supaya bisa menikmati makan malam di atas kapal, lengkap dengan hiburannya.

“Itu baru namanya memanfaatkan potensi alam. Selain itu, saya juga ingin memaksimalkan wisata sejarah, dan wisata hutan kera di Bandar Lampung juga dikemas menjadi lebih baik dan menarik,” kata Rycko.(*)

Baca juga Fit and Proper Test PKS, Rycko Menoza Janji Benahi Transportasi Publik

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Dialog, Balon Wali Kota Metro Andi Surya Beri Beasiswa Jaminan Sarjana

METRO PUSAT, duajurai.co – Bakal Calon (Balon) Wali Kota Metro Andi Surya menggelar dialog kemasyarakatan …