Agar Matang Kelola Bisnis, Go-Pay Dampingi 16 Ribu UMKM di Lampung


Muhammad Kurnia Adiputra (tengah), Regional Head Sumatra Go-Pay, saat konferensi pers di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, Rabu, 20/11/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Go-Pay, dompet digital untuk membayar berbagai layanan Go-Jek (aplikasi penyedia layanan transportasi), mendampingi sebanyak 16 ribu UMKM di Lampung. Pendampingan melalui Forum Pedagang Baik itu dengan tiga pilar utama, yaitu Baik Modal, Baik Penjualan, dan Baik Keuangan.

“Kami sangat memahami pentingnya pendampingan langsung serta wadah yang guyub bagi para pelaku UMKM untuk belajar. Mengenalkan metode transaksi nontunai saja tidak cukup, tapi harus diiringi dengan pemahaman mendalam mengenai teknologi digital agar dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan potensi bisnis mereka,” kata Muhammad Kurnia Adiputra, Regional Head Sumatra Go-Pay, saat konferensi pers di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, Rabu, 20/11/2019.

Dia mengatakan, Forum Pedagang Baik terinspirasi dari Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang dihadirkan oleh Go-Jek untuk para mitra driver. Kemudian, pelatihan Go-Jek Wirausaha yang telah diberikan kepada ribuan pelaku UMKM di puluhan kota, dan Modul SITATA yang dapat diakses oleh jutaan anggota Arisan Mapan.

“Inisiatif Go-Pay untuk melaksanakan Forum Pedagang Baik ini mendapatkan sambutan positif dari Dinas Koperasi dan UMKM Lampung,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Kurnia, Go-Pay telah menggandeng lebih dari 16.000 rekan usaha di Lampung. Dari jumlah tersebut, sekitar 99% di antaranya merupakan pengusaha UMKM, yang didominasi oleh UMKM kuliner, yaitu 70%.

“Go-Pay diluncurkan di Lampung pada Agustus 2018. Awalnya, penerimaan Go-Pay memang agak susah. Banyak yang bingung cara akuisisi dan cara pakainya. Namun, setelah kami lakukan sosialiasi, ternyata luar biasa penerimaannya. Dapat 16 ribu merchant (pedagang) dalam kurun waktu satu tahun,” kata dia.

Untuk mendapatkan mitra sebanyak 16 ribu, pihaknya melakukan strategi jemput bola. Pelakunya adalah para sales di lapangan.

“Kami melihat mana tempat-tempat yang potensial dapat mitra banyak, misalnya, di food court-food court. Sehingga, sekali kunjungan bisa dapat banyak mitra baru,” ujarnya.

Saat ini, transaksi Go-Pay di Lampung mencapai 70 ribu transaksi per bulan. Angka itu merupakan imbas dari kekuatan UMKM, yang berkontribusi sebanyak 60% dari total transaksi. Total transaksi tersebut naik 36 kali lipat dari tahun 2018.

Sementara itu, Maulia Ramli, pebisnis kuliner Bloopink, mengatakan bahwa usahanya sudah bekerja sama dengan Go-Pay satu tahun belakangan. Dia mengaku mendapatkan banyak manfaat dengan penggunaan Go-Pay. Misal, meminimalkan kecurangan karyawan dan otomatis menabung.

“Harapannya, diberi inovasi terbaru terus. Forum seperti ini bagus sekali memberikan edukasi bagi UMKM seperti kami,” kata Maulia.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

GASnet Luncurkan program GASPlay di Way Halim Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Telemedia Dinamika Sarana (GASnet) meluncurkan produk GASPlay di Kantor Kelurahan …