Ini Menu Bakmi Jawa dan Wedang Ronde La Rise yang Bikin Antrean Ramai


Menu Bakmi Jawa spesial uritan di Kafe La Rise, Way Halim Permai, Bandar Lampung | Dokumentasi Kafe La Rise

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejak dibuka pada 26 Oktober 2019 lalu, Bakmi Jawa dan Wedang Ronde La Rise selalu ramai pembeli, bahkan antrean selalu membeludak terutama pada akhir pekan. Kafe yang berada di Jalan Pulau Batam Raya Nomor 36, Way Halim Permai, Bandar Lampung itu, memang menyediakan menu-menu khas Yogyakarta, yang menjadi buruan pencinta kuliner di Lampung.

“Alhamdulillah pengunjung selalu ramai. Kalau akhir pekan itu sampai membeludak antreannya. Kami sudah membuat sistem nomor antrean, agar semua tamu terlayani,” kata Maya Agustia Sari, owner Bakmi Jawa dan Wedang Ronde La Rise kepada duajurai.co.

Menurut Maya, menu-menu khas Yogyakarta yang disediakan di sana cukup menarik minat yang tinggi. Sebab, sejauh ini di Kota Bandar Lampung belum ada penjual lain yang menyediakan menu-menu asli Jogyakarta tersebut.

Adapun menu yang tersedia yaitu Bakmi Jawa rebus maupun goreng, magelangan, nasi goreng spesial, nasi goreng megelangan, ayam rica-rica, dan capcay ayam. Semua menu tersebut menggunakan ayam kampung sebagai pelengkapnya. Terlebih, di sana tersedia uritan, yaitu telur ayam muda yang berasal dari dalam perut ayam.

“Menu favoritnya di sini adalah bakmi dan nasi goreng spesial ayam kampung pake uritan. Nah, uritan ini menjadi daya tarik sendiri. Sebagian besar pelanggan minta spesial uritan, karena ini cukup langka,” kata Maya.

Selain itu, kehangatan wedang ronde khas Yogyakarta juga membuat pelanggan yang sudah datang, ingin datang lagi. “Wedang ronde juga laris manis, kadang sampai kehabisan,” imbuhnya.

Selain makanannya yang masih cukup langka ditemukan di Bandar Lampung, harga menu yang ditawarkan juga relatif terjangkau, yaitu mulai dari Rp18 ribu hingga Rp25 ribu per porsi. Wedang Ronde juga dibanderol Rp12 ribu per porsinya.

Namun demikian, pengunjung yang datang diharapkan bersabar saat antre. Sebab, proses memasak bakmi membutuhkan waktu yang cukup lama, karena dimasak per satu porsi dan masih menggunakan cara tradisional yaitu menggunakan anglo dan arang.

“Kami mengutamakan kualitas makanan yang kami sajikan. Proses masaknya memang seperti itu, demi menjaga cita rasa aslinya,” imbuhnya.(*)

Laporan Imelda Astari

Baca juga: Resmi Dibuka, Bakmi Jawa-Wedang Ronde La Rise Siap Manjakan Lidah Anda


Komentar

Komentar

Check Also

GASnet Luncurkan program GASPlay di Way Halim Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Telemedia Dinamika Sarana (GASnet) meluncurkan produk GASPlay di Kantor Kelurahan …