Ingin Jadi Wakil Eva, Hanafiah Hamidi Prioritaskan Penanganan Sampah Bandar Lampung


Bacalon Wakil Walikota Bandar Lampung Hanafiah Hamidi (paling kanan) bersama para panelis menjelang fit and proper test PKS Bandar Lampung, di Hotel Bukit Randu Sabtu, 16/11/2019 | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bakal Calon (bacalon) Wakil Walikota Bandar Lampung Hanafiah Hamidi mengikuti fit and proper test PKS Bandar Lampung, di Hotel Bukit Randu Sabtu, 16/11/2019. Mengusung tagline  Bandar Lampung Baru (Bersih, Aman, Religius, dan Unggul), Hanafi memaparkan visi dan misinya di hadapan empat panelis yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi.

Dalam fit and proper test tersebut, Hanafi mengungkapkan secara terus terang bahwa dirinya berkeinginan mendampingi Eva Dwiana dalam pemilihan walikota di Kota Tapis Berseri ini. “Alasannya, karena Bunda Eva sudah populer, sehingga kemungkinan money politics kecil,” kata Hanafi.

Salah satu panelis yaitu IB Ilham Malik mengatakan bahwa Hanafi belum banyak dikenal masyarakat Kota Bandar Lampung, bahkan tidak banyak referensi terkait Hanafi di internet. Menanggapi hal itu, Hanafi mengatakan, meski dirinya tidak populer, namun ia memiliki komitmen yang kuat memajukan Kota Bandar Lampung.

“Saya hanya hamba, tapi punya komitmen. Saya pengusaha dengan background kontraktor. Saya hadirkan diri sebagai hamba. Tunggu amanah dan petunjuk Allah,” jelas Hanafi.

Dia mengaku ingin menghidupkan suasana agama di Kota Bandar Lampung. Ia ingin menghidupkan masjid. Sebab, menurutnya masjid adalah jantungnya suatu wilayah.  “Jika masjid hidup, Insya Allah, Allah jamin kemakmurannya,” ungkap Hanafi.

Saat ditanya oleh panelis mengenai apa persoalan krusial Bandar Lampung yang perlu diatasi, Hanafi menjawab bahwa persoalan paling krusial adalah sampah. Untuk itu, ia telah memasukkan persoalan sampah ke dalam misi pertamanya, yaitu Bandar Lampung sebagai kota bersih dengan inovasi program kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik, hingga reformasi birokrasi yang bersih dari KKN.

“Sampah hanya di Bakung, dan saat ini semakin menumpuk. Kita harus kelola sampah dengan beberapa teknik, misalnya pembuatan biopori, dan lain-lain,” kata dia.

Hadir menjadi panelis dalam Fit dan Proper Test ini antara lain Dosen FISIP Unila Dedy Hermawan, Dosen Agribisnis Unila Teguh Endaryanto, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota di Magister Teknik Universitas Bandar Lampung (MT-UBL) IB Ilham Malik, dan Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Andi Surya: Agar UMKM, Seniman, dan Petani Berdaya Saing, Metro Perlu Penjamin Kredit

METRO, duajura.co – Pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari pergerakan ekonomi kerakyatan berbasis ekonomi kreatif merupakan …