Tak Sanggup Bayar BPJS, Warga Miskin di Lampung Bisa Ajukan Jadi Peserta PBI


KEPALA BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Muhammad Fakhriza diwawancarai jurnalis di Restoran Makan Kayu, Way Halim, Kamis, 14/11/2019. Turut mendampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Leni Yunira. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Muhammad Fakhriza mengatakan, masyarakat miskin di Lampung yang tidak mampu membayar iuran BPJS, bisa mengajukan diri sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Nantinya, pemerintah yang akan menanggung iuran BPJS Kesehatan.

“Bagi warga yang tidak sanggup membayar iuran kelas 1 silakan pindah ke kelas 2. Jika tak sanggup juga, pindah ke kelas 3. Namun, jika tak sanggup juga bayar iuran kelas 3, silakan mengurus surat keterangan miskin, ajukan diri sebagai PBI. Nanti, iuran Anda akan dibayarkan pemerintah,” kata Fakhriza saat konferensi pers di Restoran Makan Kayu, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 14/11/2019.

Namun, masyarakat yang mengajukan diri menjadi peserta PBI mesti memenuhi kategori, yaitu sebagai masyarakat miskin. Sesuai amanah UUD 1945 bahwa fakir miskin dipelihara negara dan negara akan hadir menanggung jaminan kesehatan.

“Tapi, harus didata dan diverifikasi terlebih dahulu oleh pemerintah daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos). Tujuannya, agar PBI benar-benar tepat sasaran. Usulannya bisa melalui kelurahan. Bagi warga yang ekonominya mampu, tidak boleh mengajukan diri jadi peserta PBI,” ujarnya.

Selain melalui pengajuan diri dari masyarakat, sejatinya pemerintah melalui Dinsos juga selalu membarui data per tiga bulan. Data dimaksud, yaitu masyarakat yang benar-benar membutuhkan kartu PBI, yang didapat dari berbagai sumber data yang saling terkoneksi. Misal, data penerima subsidi listrik dan sebagainya.

“Faktanya, memang masih banyak warga miskin yang belum mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS. Karena itu, pemerintah terus mendata dan mengevaluasi,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Leni Yunira mengatakan, peserta PBI di Provinsi Lampung, selain ditanggung oleh APBN dan APBD pemerintah kabupaten/kota, ada tambahan kuota dari pajak rokok. Pajak tersebut dibagi ke kabupaten/kota dan provinsi.

“Total penerima PBI sebanyak 509.281 jiwa untuk kabupaten/kota. Yang ditanggung provinsi melalui pajak rokok sebanyak 218.261 jiwa dengan anggaran Rp60,4 miliar,” ujar Leni.(*)

Baca juga BPJS Kesehatan Bandar Lampung Sosialisasikan Perubahan Iuran, Berlaku 1 Januari 2020

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

PLN Lampung Pastikan Aman Pasokan Listrik Selama Natal-Tahun Baru 2020

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung telah mempersiapkan pasokan listrik. …