Kenalkan KH Gholib, Kemendikbud-Dakocan Gelar Pameran di PKOR Way Halim


SALAH satu dari tiga tentara Belanda dalam foto ini merupakan orang yang menembak mati KH Gholib pada 6 November 1949. | dok. Farida Ariyani

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Direktorat Jenderal (Ditjen) Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Komunitas Dongeng Dakocan menggelar Pameran Perjuangan KH Gholib di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL), kompleks Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan itu berlangsung selama tiga hari, 10-12 November 2019.

Koordinator Acara Ivan Sumantri Bonang mengatakan, event kesejarahan tersebut sengaja digelar untuk memperkenalkan KH Gholib, tokoh pahlawan asal Pringsewu, Provinsi Lampung, kepada khalayak luas, terutama generasi muda. Sebab, selama ini KH Gholib hanya dikenal sebagai the local heroes (pahlawan lokal), sebatas di Pringsewu saja.

“Harapannya, KH Gholib bisa dikenal oleh semua kalangan, terutama kaum muda. KH Gholib dapat dianugerahi sebagai pahlawan nasional. Sebab, dia ikut berjuang dan tewas ditangan penjajah Belanda saat Agresi Militer II,” kata Ivan melalui keterangan tertulis, kemarin.

Untuk mengenalkan KH Gholib kepada kalangan muda (milienial), berbagai event yang digelar pun bernafaskan kekinian. Misal, pameran foto perjuangan kesejarahan, lomba karya tulis kisah kepahlawanan KH Gholib, dan lomba mendongeng/epos KH Gholib.

Farida Ariyani, salah satu cucu KH Gholib, menyatakan bahwa kisah kepahlawanan kakeknya itu memang terkenal. Namun, sebatas orang tua dan yang mengenal saja. Sedangkan untuk kalangan kaum muda masih kurang. Padahal, KH Gholib ikut berjuang pada zaman penjajahan Jepang, Agresi Militer I dan II Belanda dengan mengkoordinasi kaum muda, yakni para murid pesantrennya di Pringsewu.

“Dalam memerangi penjajah, KH Gholib membentuk laskar Hizbullah dan Sabillillah yang anggotanya adalah para santri. Kedua laskar ini bahkan ikut bergabung dengan tentara rakyat kala itu,” ujarnya.

Menurut Farida, keteladanan KH Gholib kepada kaum muda kala itu terbukti mampu mendesak tentara Belanda di Baturaja dan Martapura, Sumatra Selatan, yang hendak masuk ke Lampung. Dengan bersenjatakan bambu runcing, golok, pedang, dan lain-lain, mereka menggempur markas Belanda. Meski dengan persenjataan tidak seimbang, pertempuran berlangsung sengit.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Kembangkan Pariwisata, Arinal Dukung Rute Lampung-Kuala Lumpur AirAsia

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendukung pengembangan rute Lampung-Kuala Lumpur yang akan …