Kekeringan, Warga Bandar Lampung Jadi Jarang Mandi


WARGA mengantre mengambil air di Kantor Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Senin, 11/11/2019. Musim kemarau membuat air sumur warga setempat mengering. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kekeringan yang melanda wilayah Bandar Lampung membuat sejumlah warga harus hemat air. Mereka terpaksa jarang mandi karena sulit memperoleh air bersih saat musim kemarau.

Wulan Sari (30), warga Kedaton, mengaku hanya mandi dua hari sekali. Sumur di rumahnya mengering sejak satu bulan lalu. Sehingga, dia harus mengangkut air dari tetangga yang masih ada air di sumurnya, atau membeli air untuk keperluan dapur dan mandi, cuci, kakus (MCK).

“Saya jarang mandi karena kemarau ini. Di rumah sudah kering sumurnya, jadi irit air. Kadang mengungsi ke rumah saudara yang punya air kalau mau mandi,” kata Wulan kepada duajurai.co, Senin, 11/11/2019.

Hal senada disampaikan Minanti (27), warga Kemiling. Dia dan keluarganya harus mengirit air untuk beraktivitas, terutama untuk mandi. Sebab, volume air sumurnya mulai berkurang. Biasanya, mengisi air tower ukuran 500 liter air, dalam 15 menit sudah penuh. Kini, pengisian tower harus berangsur.

“Kami menunggu mata airnya keluarkan air lagi, baru diisi lagi towernya. Jadi, benar-benar harus irit menggunakan air. Saya mandinya gak keramas supaya tak boros air. Jadi, satu ember cukup untuk mandi,” ujarnya.

Sementara itu, Sukarman (50), warga Kelurahan Sawah Lama, Tanjungkarang Timur, mengaku mengangkut air dari kantor kelurahan setempat, setiap hari. Sebab, air sumur di rumahnya dan sebagian besar warga sudah mengering.

“Musim kemarau ini sumur di rumah kering. Alhamdulillah ada air dari kantor kelurahan bisa diberdayakan,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …