Festival Way Kambas, Jejak Petualang Eksplorasi Potensi Wisata Way Kambas


JEJAK Petualang pada Festival Way Kambas, Lampung Timur, 9-10 November 2019. | Ria Shinta/duajurai.co

LABUHAN RATU, duajurai.co – Jejak Petualang memeriahkan Festival ke-XIX Way Kambas, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, 9-10 November 2019. Mereka mengeksplorasi dan memublikasikan potensi wisata di Lampung Timur.

“Jejak petualang ini salah satu rangkaian kegiatan dari Festival ke-XIX Way Kambas. Tujuan utamanya, mengeksplorasi dan memublikasikan potensi wisata, terutama di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK),” kata Deni Guntari, Kepala Bidang Layanan Elektronik Dinas Kominfo Lampung Timur, di lokasi acara, Minggu, 10/11/2019.

Dia mengatakan, Jejak Petualang sudah tiga kali turut serta dalam Festival Way Kambas. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, seperti fotografer profesional, blogger, dan penggiat media sosial. Kehadiran mereka diharapkan memberi pengetahuan kepada masyarakat luas tentang potensi wisata di kawasan Way Kambas.

“Kami berharap, Jejak Petualang dapat membantu publikasi dan eksplorasi lewat media sosial maupun media online. Dengan demikian, publik mengetahui potensi wisata dan tertarik mengunjungi Way Kambas,” ujarnya.

Sementara itu, Rizki Rahmad Abdullah, travel blogger asal Jakarta, mengaku senang mengikuti Jejak Petualang pada Festival Way Kambas. Pengetahuan Rizki bertambah dengan mengikuti kegiatan tersebut. Namun demikian, dia berharap, Festival Way Kambas dapat mengedukasi masyarakat ihwal populasi gajah yang kian berkurang.

“Saya berharap, ada edukasi buat masyarakat untuk menanamkan bahwa gajah hampir punah. Sehingga, publik memiliki rasa supaya bisa ikut melindungi dan meningkatkan kesadaran bahwa gajah sumatra di Indonesia hanya di Way Kambas,” kata dia.

Pemerintah memberi perhatian khusus untuk kemajuan pengelolaan taman nasional dengan promosi maupun penyelenggaraan festival. Hasilnya, Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNPB) mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Data dari Balai TNWK, PNPB mencapai Rp600 juta hingga Rp700 juta pada 2016. Jumlah tersebut meningkat jadi Rp850 juta pada 2017. Bahkan, hingga November 2018, PNBP mencapai Rp800 juta. Tahun-tahun sebelumnya, PNPB Way Kambas sekitar Rp25 juta setiap tahun.(*)

Baca juga Festival Way Kambas, Masyarakat Antisirkus Hewan: Hentikan Penyiksaan Gajah!

Laporan Ria Shinta


Komentar

Komentar

Check Also

PLN Lampung Pastikan Aman Pasokan Listrik Selama Natal-Tahun Baru 2020

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung telah mempersiapkan pasokan listrik. …