LBH: Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Lampung Diwarnai Pemberian Uang


AKADEMISI Unila Budiono (paling kiri) menyerahkan laporan kepada Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan, Jumat, 8/11/2019. Budiono melaporkan praktik pemberian uang dalam seleksi calon komisioner KPU kabupaten/kota di Lampung. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung menyatakan bahwa seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota diwarnai pemberian uang. Praktik culas tersebut ditengarai memengaruhi hasil seleksi calon komisioner KPU.

Hal tersebut disampaikan Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan saat konferensi pers di LBH setempat, Jumat, 8/11/2019. LBH mendapat kuasa untuk mendampingi Budiono sebagai pelapor. Budiono yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) merupakan mantan Tim Seleksi Calon Komisioner KPU Lampung.

Chandra mengatakan, pihaknya telah melapor ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada 6 November lalu. Selain itu, LBH juga akan melaporkan LP, calon komisioner KPU Kabupaten Pesawaran, ke Polda Lampung. LBH menuding LP terlibat penipuan karena menerima uang dari calon komisioner lainnya.

“Kami punya barang bukti berupa lima rekaman percakapan telepon dari saksi dan terlapor. Juga dua video yang mengidentifikasi mengarah kepada keterlibatan anggota KPU Provinsi Lampung di salah satu hotel di Bandar Lampung,” kata dia.

Melalui bukti tersebut, lanjut Chandra, pihaknya ingin membersihkan KPU dari orang-orang yang tidak jujur. Meski demikian, Chandra belum bersedia membeberkan bukti dimaksud. Namun, dia berjanji membuka bukti-bukti itu ketika persidangan.

“Kami akan sampaikan di persidangan nanti bukti-bukti ini. Untuk sementara, kami belum bisa membuka demi menjaga keamanan pelapor dan saksi-saksi yang lain. Termasuk orang-orang dalam video itu,” ujarnya.

Sementara itu, Budiono mengaku melaporkan persoalan tersebut karena ingin pemilu yang bersih. Hal dimaksud dimulai dari penyelenggara pemilu yang bersih.

“Ini saya kira sudah semacam mafia dan terstruktur karena nilainya fantastis,” kata dia.

Pantauan duajurai.co, jumpa pers tersebut juga dihadiri mantan komisioner KPU Provinsi Lampung. Mereka adalah Nanang Trenggono dan Handi Mulyaningsih.(*)

Baca juga Demo, Mahasiswa Tuding Seleksi Calon Anggota KPU se-Lampung Diwarnai Kecurangan

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Fit and Proper Test PKS, Rycko Menoza Janji Benahi Transportasi Publik

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung Rycko Menoza berjanji membenahi transportasi …