Budiono: ENF Bisa Jadi Anggota KPU Lampung Serahkan Rp200 Juta


MANTAN Timsel Calon Anggota KPU Lampung Budiono (kaus berkerah) menceritakan pemberian uang dalam seleksi calon komisioner KPU di LBH Bandar Lampung, Jumat, 8/11/2019. Turut hadir dalam konferensi itu mantan komisioner KPU Lampung Nanang Trenggono (paling kiri) dan Handi Mulyaningsih (dua dari kiri). | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Akademisi Universitas Lampung (Unila) Dr Budiono melaporkan dugaan pemberian uang dalam proses seleksi calon anggota KPU. Mantan Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU Provinsi Lampung itu mengaku punya bukti berupa rekaman percakapan dan video.

“Rekaman percakapan dan video bukan suatu kesengajaan atau perencanaan, tapi memang spontanitas. Sebab, kami ingin membuktikan apa benar ada praktik uang dalam proses seleksi calon komisioner KPU Lampung,” kata Budiono saat jumpa pers di LBH Bandar Lampung, Jumat, 8/11/2019.

Hal mengejutkan dalam rekaman adalah pengakuan ENF, anggota KPU Lampung. Dia terpilih menjadi komisioner KPU dengan menyerahkan uang sebanyak Rp200 juta. Namun, tidak diketahui kepada siapa yang bersangkutan menyetorkan uang.

“Saya dahulu adalah timsel. Tapi, saya tidak pernah bertemu atau berhubungan dengan dia, kecuali wawancara. Saya punya moralitas untuk mengungkap kasus ini. Karena itu, saya sebagai pelapor dan saksi,” ujarnya.

Menurut Budiono, ENF menempati peringkat 10 saat tahapan di timsel. Namun, dia tidak tahu dinamika saat uji kelayakan dan kepatutan di KPU RI. Sehingga, yang bersangkutan terpilih menjadi salah satu dari tujuh komisioner KPU Lampung.

“Kami belum dapat memublikasikan rekaman karena masih dalam proses di DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” kata dia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan 11 nama menjadi calon komisioner KPU Provinsi Lampung Periode 2019-2024. Dari nama-nama dimaksud, tujuh orang ditetapkan menjadi anggota KPU Lampung. Adapun 11 nama tersebut sesuai urutan, yaitu Erwan Bustami, Antoniyus, Ismanto, Esti Nur Fathonah, Agus Riyanto, Ali Sidik, Muhammad Tio Aliansyah, Titik Sutriningsih, Warsito, Sri Fatimah, dan Marthon.

Baca juga Inilah 7 Komisioner KPU Lampung Terpilih Periode 2019-2024

Sementara itu, mantan komisioner KPU Lampung Handi Mulyaningsih mengaku terkejut dengan informasi pemberian uang dalam seleksi calon anggota KPU. Dia mengaku tidak pernah mendapati praktik demikian selama beberapa kali mengikuti seleksi.

“Ini mengejutkan. Saya beberapa kali seleksi tidak pernah ada problem seperti ini. Ini tidak lazim. Memang harus ada satu komitmen bahwa penyelenggara pemilu harus bersih. Praktik uang ini sama sekali tidak diperbolehkan dalam seleksi. Harus ada perbaikan dalam proses ini, dan ini menjadi pembelajaran dari Lampung,” ujarnya.(*)

Baca juga Liku-liku Pemberian Uang Seleksi Calon Anggota KPU di Lampung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Fit and Proper Test PKS, Rycko Menoza Janji Benahi Transportasi Publik

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung Rycko Menoza berjanji membenahi transportasi …