Bisnis Fruits Coconut, Omzet Mahasiswa Hukum Unila Ini Rp2,5 Juta Sehari


MUTIARA Sherina Kinanti memperlihatkan fruits coconut di kediamannya, Jalan Rajawali Nomor 8, Perumahan Wana Asri, Kemiling, Bandar Lampung, Selasa, 5/11/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Mutiara Sherina Kinanti (20) memulai bisnis, beberapa waktu lalu. Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) itu awalnya suka mengonsumsi degan. Kemudian, dia berinovasi membuat kuliner menggunakan batok kelapa muda yang diberi nama fruits coconut.

“Saat itu sedang liburan kuliah semester tiga. Saya lihat kelapa muda kayaknya kalau saya masukkan buah campur dan eskrim enak. Saya iseng buat dan saya pos di Instagram. Ternyata banyak yang respons dan tanya-tanya. Lalu, saya diminta jualan produk itu,” kata Mutiara kepada duajurai.co di kediamannya, Jalan Rajawali Nomor 8, Perumahan Wana Asri, Kemiling, Bandar Lampung, Selasa, 5/11/2019.

Saat itu, dia masih ragu untuk memulai bisnis. Sebab, sang ayah tidak mengizinkannya berbisnis. Ayahnya yang merupakan seorang polisi meminta Mutiara hanya fokus kuliah.

“Saya memang suka bisnis, tapi ayah kurang setuju. Jadi, dahulu saya nyumput-nyumput (sembunyi-sembunyi) bisnisnya. Awalnya saya jualan pakai mobil. Jadi, saya mengantar ke konsumen yang pesan,” ujarnya.

Selanjutnya, dara yang biasa disapa Sherin itu sempat membuka kedai fruits coconut di kawasan Stadion Pahoman. Kala itu pertengahan 2018, pelanggannya sudah cukup banyak. Dalam sehari, dia bisa menjual setidaknya 40-50 batok.

“Tapi, di sana saya hanya delapan bulan karena harus fokus kuliah. Nah sekarang kan lagi skripsi, waktunya sudah luang, jadi saya buka lagi di rumah,” kata dia.

Sherin mempromosikan usahanya itu secara masif melalui akun Instagram @fruitscoconut. Dia rajin mem-posting foto maupun video produknya. Dia juga meminta kawan-kawannya yang memiliki akun Instagram untuk membantu mempromosikan usahanya. Alhasil, saat ini pelanggan fruits coconut sudah banyak dan semakin meluas.

“Jadi, gak cuma anak muda, mulai dari anak-anak sampai kakek nenek pada datang ke sini. Alhamdulillah ramai terus,” ujarnya.

Sherin juga memperkerjakan empat orang untuk membantunya. Dia buka mulai jam 12.00 hingga pukul 18.00 WIB. Tak jarang, mereka sudah kehabisan sebelum magrib. Setiap akhir pekan, penjualan bisa mencapai 100 batok dan 50 gelas. Sedangkan pada hari biasa sekitar 40-50, dan Jumat atau menjelang akhir pekan bisa terjual 70 batok.

“Alhamdulillah, omzet saat akhir pekan bisa mencapai Rp2,5 juta per hari. Kebetulan juga ini musim kemarau, orang jadi suka minum yang segar-segar,” ucap Sherin.

Selain fruits coconut, Sherin juga memproduksi Cel’s coco, yaitu infused water dari air kelapa dengan dua varian, lemon dan stroberi. Ada yang pakai gula dan tidak pakai gula. Dia menjual produk itu seharga Rp10 ribu ukuran botol 200 ml.

“Jadi, selama ini air kelapanya itu tidak kami gunakan. Saya pikir daripada terbuang sia-sia, ini bisa saya manfaatkan dan dibuat produk yang bagus juga untuk kesehatan,” kata dia.(*)

Baca juga Fruits Coconut, Sup Buah Banyak Peminat di Bandar Lampung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Consina Buka Store Pertama di Bandar Lampung, Diskon 20% Selama Sepekan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Consina, brand peralatan outdoor, resmi membuka store pertamanya di Lampung, Sabtu, 2/11/2019. Lokasinya …