Demo Lagi, Massa Cipayung Plus Tertahan di Depan Kantor Gubernur Lampung


MASSA OKP Cipayung Plus Bandar Lampung tertahan di depan kantor gubernur, Senin, 4/11/2019. Mereka kemudian memblokir Jalan Wolter Monginsidi dengan duduk di badan jalan. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah elemen yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus Bandar Lampung kembali berunjuk rasa di kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin, 4/11/2019. Aksi ini mengangkat beberapa isu, antara lain kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan kematian lima demonstran pada gelombang demonstrasi, September lalu.

“Ini momentumnya mengenang 40 hari meninggalnya Randy, peserta aksi di Kendari,” kata Erzal Syahreza, Ketua PMII Cabang Bandar Lampung, di lokasi aksi, Senin, 4/11/2019.

Pantauan duajurai.co, ratusan peserta aksi tampak tertahan di depan Kantor Gubernur Lampung. Ratusan anggota Sat Pol PP dan kepolisian terlihat berjaga. Massa mencoba menekan agar bisa masuk, namun aparat menjaga gerbang secara ketat. Selain penjagaan di gerbang, anggota Satuan Sabhara juga termpak berjaga-jaga di dalam kompleks Pemprov Lampung.

Setelah tidak diizinkan masuk untuk menemui gubernur, massa kemudian mundur dan memblokir  Jalan Wolter Monginsidi di depan Pemprov Lampung. Mereka duduk memenuhi badan jalan, sehingga kendaraan tak bisa lewat dan mesti putar balik.

Tak lama kemudian, massa pindah ke perempatan lampu lalu lintas, di samping kantor gubernur. Mereka membakar ban dan kembali melanjutkan unjuk rasa. Beberapa demonstran tampak berorasi.

OKP Cipayung Plus terdiri dari beberapa organisasi, di antaranya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kemudian, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).

Pekan lalu, OKP Cipayung Plus Bandar Lampung menggelar aksi demonstrasi di kompleks Pemprov Lampung. Dalam aksi itu, mereka merasa kecewa dengan sikap Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Pasalnya, Arinal enggan menemui demonstran saat berunjuk rasa. Padahal, yang bersangkutan berada di kantornya.(*)

Baca juga Enggan Temui Demonstran, Cipayung Plus Kecewa dengan Gubernur Lampung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …