Dukung Kebijakan Ekonomi Pemerintah, PGN Tidak Lakukan Penyesuaian Harga


KARYAWAN PGN | ilustrasi/PGN

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rencana penyesuaian harga gas bumi sudah dipertimbangkan secara matang sejak tujuh tahun terakhir. Di kawasan Asia, harga gas yang disalurkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) masih kompetitif dan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2019 tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

“Demi mendukung daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional, PGN memutuskan tidak melakukan penyesuaian dalam rentang waktu tersebut untuk mendukung penuh kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah dan peningkatan pemanfaatan gas bumi nasional,” kata Sekretaris PGN Rachmat Hutama melalui keterangan tertulis, Jumat, 1/11/2019.

Dia mengatakan, sejak 2013, PGN tidak pernah menaikkan harga gas kepada pelanggan industri. Sementara, biaya pengadaan gas yang merupakan harga pokok pembelian, biaya operasional dan kurs USD terus meningkat. Selain itu, terdapat beberapa hal terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, seperti inflasi dan upah minimum regional (UMR).

“PGN berkomitmen untuk tidak membebani keuangan negara yang terwujud dengan kegiatan bisnis hilir yang dilakoni PGN adalah kegiatan bisnis migas bebas subsidi,” ujarnya.

Hingga saat ini, PGN telah membangun jaringan gas hingga lebih dari 10 ribu kilometer. Panjang pipa gas PGN hampir dua sampai empat kali lipat dibandingkan jaringan gas di wilayah Asia Tenggara. Semakin panjang jaringan pipa yang dikelola oleh suatu badan usaha, maka biaya pengelolaan dan perawatannya menjadi besar. Setiap tahun, biaya komponen itu juga terus naik.

“Rencana penyesuaian harga gas yang akan dilakukan oleh PGN sudah dikaji secara matang dengan memperhitungkan banyak aspek, termasuk dari sisi kemampuan konsumen industri,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Ini Menu Bakmi Jawa dan Wedang Ronde La Rise yang Bikin Antrean Ramai

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejak dibuka pada 26 Oktober 2019 lalu, Bakmi Jawa dan Wedang …