Pokja AMPL, Akses Terhadap Air Minum Layak di Lampung Masih 38,10%


PERTEMUAN Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Swiss-Belhotel Lampung, Kamis, 31/10/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung perlu bekerja keras untuk penyediaan air minum dan sanitasi aman. Pasalnya, akses terhadap sumber air minum dan sanitasi masih jauh dari target.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak di Provinsi Lampung mencapai 38,10% pada 2018. Sedangkan persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak pada tahun yang sama, yakni 79,98%.

“Berarti kan masih jauh tuh angkanya mencapai 100%. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Harus kami breakdown, harus ditargetkan, dan dibuat roadmap yang real dan tersusun dengan baik. Sehingga, target 100% itu dapat tercapai dalam rentang waktu sampai 2024,” kata Febrilia Ekawati, Direktur Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), saat Pertemuan Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Swiss-Belhotel Lampung, Kamis, 31/10/2019.

Dia mengatakan, tujuan rapat koordinasi Pokja AMPL sebagai upaya peningkatan sinergi seluruh anggota pokja dalam pencapaian target universal akses air minum dan sanitasi di Provinsi Lampung. Selain itu, untuk memberikan capacity building kepada seluruh anggota pokja terkait pembangunan sanitasi yang aman. Hal dimaksud sesuai target Sustainable Developmnet Goals (SDGs) poin ke-6.

“Nanti, kami tidak bicara lagi sanitasi dasar, tapi bagaimana seluruh masyarakat di dunia, khususnya di Provinsi Lampung, memiliki perspektif sanitasi aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Herlina Warganegara mengatakan pihaknya akan memasukkan program terkait air minum dan sanitasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024. Kemudian, di organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, masuk dalam rencana strategisnya.

“Itu sudah ada target-targetnya. Dengan target ya berikut nanti simulasi per tahun penganggarannya. Kalau nilainya belum bisa disebutkan, kan kami baru mulai 2020. Saat ini, sedang mau dibahas DPRD, tapi biasanya dengan target ini include beriringan dengan besaran anggaran,” kata dia.(*)

Baca juga Pemprov-YKWS-SNV Gelar Pertemuan Koordinasi Pokja AMPL Lampung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …