Pemprov-YKWS-SNV Gelar Pertemuan Koordinasi Pokja AMPL Lampung


ASISTEN Bidang Administrasi Umum Pemprov Lampung Chandri memberikan sambutan pada Pertemuan Koordinasi Pokja AMPL di Swiss-Belhotel Lampung, Kamis, 31/10/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung menggelar Pertemuan Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL). Acara yang bekerja sama dengan SNV dan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) itu berlangsung di Swiss-Belhotel Lampung, Bandar Lampung, Kamis, 31/10/2019.

Dalam sambutannya, Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Lampung Chandri mengatakan penyediaan air minum dan sanitasi aman global tertuang dalam target, atau secara berkelanjutan Sustainable Developmnet Goals (SDGs) poin ke-6. Penyediaan air minum dan sanitasi aman juga berkaitan erat dengan salah satu upaya mewujudkan misi ke-6 Pemprov Lampung, yaitu mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Buruknya kondisi air minum dan sanitasi akan berdampak pada penurunan kualitas hidup dan meningkatkan penyakit berbasis air dan sanitasi, seperti diare, cacingan, penyakit kulit, dan hepatitis A. Juga dapat meningkatkan angka stunting yang pada akhirnya berakibat pada menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM), serta meningkatnya biaya kesejahteraan masyarakat.

Berdasar rilis Badan Pusat Statistik (BPS), persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak di Provinsi Lampung mencapai 38,10% pada 2018. Sedangkan persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak pada tahun yang sama, yakni 79,98%.

“Melihat data tersebut, menjadi tugas dan pekerjaan mewujudkan 100% universal akses air minum dan sanitasi aman di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Menurut Chandri, pengarusutamaan pembangunan air dalam minum dan sanitasi aman pembangunan di daerah, butuh komitmen dan keberpihakan para pimpinan daerah untuk membuat dan menjalankan regulasi terkait air minum dan sanitasi aman. Kemudian, menyediakan pembiayaan yang mencukupi, berkelanjutan dan inovatif, meningkatkan stakeholder, memerlukan kemitraan serta menata kelembagaan pelaksana agar terjadi koordinasi dan sinergi.

“Oleh karena itu, pertemuan Pokja AMPL mempunyai arti penting dalam memperkuat koordinasi dan transfer informasi terkait pencapaian program sanitasi dan air minum aman dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD),” kata dia.

Selain Chandri, Pertemuan Koordinasi Pokja AMPL juga dihadiri Kepala Bappeda Lampung Herlina Warganegara, Direktur YKWS Febrilia Ekawati, dan Wash Advisor SNV Bambang Pujiatmoko. Lalu, Koordinator Program SDGs I Nyoman Suartana, sejumlah OPD, dan stakeholder terkait.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Nanang Ermanto Lepas Keberangkatan 30 Peserta Umrah Lampung Selatan

KALIANDA, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melepas keberangkatan 30 orang …