Bukit Perahu di Sukamenanti Longsor, Pemecah Batu: Ini Rezeki Nomplok


SEJUMLAH pemecah batu di Bukit Perahu, Sukamenanti, Bandar Lampung, Kamis, 31/10/2019. Kemarin, bukit yang ditambang untuk diambil batunya itu longsor. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bukit Perahu di Kelurahan Sukamenanti, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, longsor pada Rabu, 30/10/2019, sekitar pukul 14.30 WIB. Meski tak ada korban jiwa, namun video longsornya bukit menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat setempat.

Yedi (40), warga Sukamenanti Baru, memandang longsor tersebut bukan sebagai bencana alam. Bagi pemecah batu itu, longsor tersebut adalah rezeki. Sebab, orang-orang yang satu pekerjaan dengan dirinya tak perlu mendaki untuk memahat batu.

“Bukan musibah, ini mah rezeki nomplok. Sebab, kami gak perlu memahat batu di atas, sudah jatuh, tinggal dibelah saja,” kata Yedi kepada duajurai.co disela-sela aktivitasnya membelah batu.

Niang Dahniar, pengelola Bukit Perahu, mengatakan sebelum peristiwa itu terjadi, para pekerja dikejutkan dengan reruntuhan beberapa batu. Mereka menangkap firasat bahwa bukit tersebut akan longsor, sehingga para pekerja langsung menjauhi bukit. Ketika longsor, para pemecah batu telah berada di tempat yang aman.

“Debunya saja yang membuat tidak nyaman, tapi warga sudah biasa. Sebab, cukup sering longsor seperti ini, dan tidak pernah ada korban. Justru ini rezeki bagi para pekerja karena tidak perlu memahat dari atas, tinggal memecah batu,” ujarnya.

Menurut Niang, para pemecah batu mendapat upah sebesar Rp60 ribu untuk satu kali muatan mobil. Biasanya, setiap muatan dilakukan empat orang, jadi Rp60 ribu dibagi empat pekerja. Dalam sehari, pekerja bisa mengumpulkan batu untuk 10-20 muatan mobil.

“Kami dapat duitnya tergantung berapa mobil yang datang. Kadang banyak,  kadang dikit, karena terbagi dengan bukit lainnya,” kata dia.

Untuk mengantisipasi longsoran bukit mengenai rumah warga, maka dibuat talut atau tanggul penahan di setiap sisi rumah warga. Sehingga, rumah warga setempat aman dari longsor.

“Bahkan, dahulu di sini ada kolam, tepat di bawah bukit. Gunanya, untuk menahan air hujan dan reruntuhan batu dari atas bukit,” ujarnya.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …