Enggan Temui Demonstran, Cipayung Plus Kecewa dengan Gubernur Lampung


PIMPINAN OKP Cipayung Plus Bandar Lampung saat berunjuk rasa pada peringatan Sumpah Pemuda di kantor gubernur Lampung, Senin, 28/10/2019. Mereka merasa kecewa karena gubernur maupun wakil gubernur enggan menemui massa aksi. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah elemen yang tergabung dalam Cipayung Plus Bandar Lampung merasa kecewa dengan sikap Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Pasalnya, Arinal enggan menemui demonstran saat berunjuk rasa di kantor gubernur pada peringatan Sumpah Pemuda, Senin, 28/10/2019. Padahal, mahasiswa membawa berbagai tuntutan yang ingin disampaikan langsung kepada Arinal.

Kelompok Cipayung Plus Bandar Lampung menuding Arinal membohongi mahasiswa dengan mengutus asisten II Pemprov Lampung. Sebab, Arinal memimpin upacara peringatan Sumpah Pemuda, pagi tadi. Pun demikian dengan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.

“Kami berharap diterima dan mendapat tanggapan sebagai wujud komitmen gubernur Lampung untuk dapat mendorong tuntutan kami ke nasional. Sebaliknya, kami malah disuguhkan informasi kalau gubernur dan wakil gubernur tidak di tempat,” begitu bunyi rilis Kelompok Cipayung Plus Bandar Lampung kepada duajurai.co, malam ini.

Berikut pernyataan sikap pimpinan Cipayung Plus Bandar Lampung:

  1. Roy Renaldi – KAMMI

Kecewa. Mungkin ini kata-kata yang pas untuk menggambarkan aksi Cipayung Plus di depan kantor gubernur Lampung. Pasalnya, gubernur dan wakil gubernur enggan menemui massa aksi.

  1. Erzal Syahreza – PMII

PMII merasa Gubernur Arinal tidak menanggapi dengan serius massa aksi Cipayung Plus Kota Bandar Lampung. Padahal, Arinal memimpin upacara peringatan Sumpah Pemuda di Lapangan Korpri, kompleks Pemprov Lampung, pagi tadi.

  1. Rahmanita Sari – GMNI

Kami kecewa dengan sikap Pemprov Lampung. Gubernur dan wakil gubernur  membohongi massa aksi Cipayung Plus dengan mengutus beberapa pihak untuk berbicara kepada masa aksi bahwa gubernur dan wakil tidak di kantor. Padahal, informasi yang kami terima gubernur dan wakil gubernur sedang rapat di dalam kantor. Gubernur dan wakil gubernur anti untuk menemui Cipayung Plus yang ingin menyampaikan aspirasi persoalan nasional yang mana imbasnya ke daerah.

  1. Husni Mubarok – HMI

Kami menilai Pemprov Lampung seolah tak menganggap OKP Cipayung Plus. Hal itu terlihat dari enggannya gubernur maupun wakil gubernur menemui perwakilan OKP, alih-alih Pemprov Lampung malah mengutus asisten II untuk menemui masa. Setelah itu, ingin mengutus sekprov Lampung untuk menemui massa. Semua ditolak oleh OKP Cipayung Plus. Hal itu bertolak belakang dari pernyataan Mendagri Tito Karnavian yang meminta pemda agar mengubah budaya feodal penguasa jadi melayani. Tentu sikap gubernur tersebut sangat kami sayangkan, apalagi bertolak belakang dengan pernyataannya yang mengapresiasi mahasiswa berdemo ketika waktu aksi mahasiswa 24 September lalu.

  1. Ranto Sadwijan Ambonius – GMKI

GMKI menyampaikan kekecewaannya dengan gubernur dan wakil gubernur yang terkonfirmasi berada di kantor dan tidak menyempatkan bertemu dengan OKP Cipayung Plus Lampung. Saya menilai, gubernur maupun wakil gubernur tidak menghargai kedatangan massa dari OKP Cipayung Plus Bandar Lampung. Juga menyayangkan sikap gubernur yang pernah berjanji akan menerima OKP Cipayung Plus jika ingin berdialog. Sebab, sejatinya gubernur pernah berproses dari kelompok Cipayung.

  1. Andreas Gita Lazuardi – PMKRI

Kekecewaan kami begitu mendalam. OKP Cipayung Plus berangkat untuk aksi hari ini sudah melakukan kajian yang begitu lama, kurang lebih 1-2 bulan. Kami mengkaji dasar kegelisahan dan atas dasar penderitaan amanat rakyat. Banyak waktu, bahkan materi yang telah dikorbankan demi menyampaikan aksi ini. Tapi, melihat respons gubernur dan wakil gubernur Lampung yang enggan menemui masa aksi, maka PMKRI menyatakan sikap kekecewaan dan menanyakan kapabilitas dari pimpinan daerah tersebut. PMKRI juga akan mengawal tuntutan ini untuk ke depannya.

  1. I Kadek Chandra Dewa Nata – KMHDI

Kami merasa dipermaikan dengan perlakuan pihak Pemprov Lampung, dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur. Massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus Bandar Lampung diperlakukan bal bola. Dioper kesana kemari dalam upaya menemui gubernur maupun wakil gubernur. Kami merasa kecewa karena membawa aspirasi rakyat, tap malah dipersulit untuk menemui gubernur dan wakil gubernur yang sejatinya sedang berada di kantor. KMHDI menyatakan sikap kekecewaan atas sikap yang tidak kooperatif yang ditunjukan Pemprov Lampung.

  1. Sahru Romadhon – IMM

Kami mengutuk perilaku pemimpin yang tuli dengan aspirasi rakyat. Gubernur Lampung tidak memiliki komitmen untuk bisa menerima aspirasi aksi Cipayung Plus dengan tiga tuntutan besar.(*)

Baca juga Ketua OKP Cipayung Berada di Kantor Gubernur Lampung, Massa Aksi Merasa Dikhianati


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …