Herman HN Minta Pengunduran Diri 8 Ketua RT Tidak Dibesar-besarkan


WALI Kota Bandar Lampung Herman HN diwawancarai wartawan usai menghadiri pelantikan anggota DPRD setempat, Senin, 19/8/2019. Dalam wawancara tersebut, Herman mengharapkan DPRD Bandar Lampung dapat bersinergi dengan pemerintah setempat dalam membangun Kota Tapis Berseri. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta masalah pengunduran diri delapan ketua rukun tetangga (RT) di Kelurahan Waydadi, Kecamatan Sukarame, tidak dibesar-besarkan. Pengunduran diri tersebut akibat pencopotan kepala lingkungan setempat.

“Jangan membesar-besarkan urusan kecil, pencopotan itu sudah sesuai Peraturan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 82 Tahun 2012,” kata Herman, seperti dilansir Antara, Selasa, 22/10/2019.

Dia mengatakan, pemerintah tak mungkin memberhentikan pegawainya bila tidak ada jangka waktu jabatan. Hal tersebut merupakan biasa dalam pemerintahan. Mereka yang mundur akan digantikan dengan yang lain.

“Bila memang RT mengundurkan diri ya tidak apa, enggak jadi masalah. Nanti bisa diangkat lagi (ketua) RT yang lain,” ujarnya.

Delapan ketua RT di Kelurahan Waydadi mengundurkan diri secara serempak. Pengunduran tersebut setelah pemberhentian kepala lingkungan (kaling) oleh lurah setempat.

Kaling tersebut dicopot sesuai dengan Peraturan Wali Kota 82/2012 bahwa jabatan seorang kaling hanya bertahan selama tiga tahun. Kebijakan perpanjang ataupun diberhentikan semua tergantung oleh camat setempat.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Mesin BBM SPBU Cut Nyak Dien Terbakar, Pengendara Sepeda Motor Kabur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Satu unit sepeda motor dan mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun …