Pemprov Lampung Kaji Revitalisasi Terminal Rajabasa-Kereta Bandara


GUBERNUR Lampung Arinal Djunaidi bertemu dengan seluruh unsur pemangku kepentingan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di ruang rapat utama gubernur, Rabu, 16/10/2019. Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal, antara lain revitalisasi Terminal Rajabasa, pembangunan kereta bandara, penertiban kendaraan over dimension overload (ODOL), dan pengoptimalan jembatan timbang. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengkaji konsep pembangunan dalam bidang transportasi darat dengan seluruh unsur pemangku kepentingan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Rabu, 16/10/2019. Sejumlah hal penting yang dibahas adalah revitalisasi Terminal Rajabasa, pembangunan kereta bandara, penertiban kendaraan over dimension overload (Odol), dan pengoptimalan jembatan timbang.

“Saya minta nantinya konsep Terminal Rajabasa dibangun secara spesifik sesuai wilayah. Ada unsur kearifan lokal, budaya Lampung, dan fasilitas untuk ekonomi kreatif,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui rilis Humas Pemprov Lampung, Kamis, 17/10/2019.

Dia juga meminta agar dilaksanakan penetapan peraturan aspek hukum terkait kendaraan yang over dimension. Kemudian, meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera menindaklanjuti konsep pembangunan kereta api double track dari Tegineneng-Bakauheni.

“Untuk komoditas PT Bukit Asam atau yang berat seperti semen dari Tegineneng ke Tarahan. Sedangkan yang tidak terlalu berat seperti hasil pertanian kereta bisa sampai ke Bakauheni,” ujarnya.

Kepala BPTD Wilayah VI Kolonel (Inf) Rahman Sujana menyatakan, revitalisasi Terminal Tipe A Rajabasa berkonsep “One Stop Entertainment. Nantinya, di terminal tersebut terdapat Mal Pelayanan Terpadu, pos kesehatan, ruang informasi, ruang tunggu penumpang, dan lainnya.

Mengenai aspek hukum kendaraan yang over dimension, pihaknya telah memberi tindakan tegas. Tindakan dimaksud antara lain pemotongan kendaraan over dimension.

“Ke depan juga akan dibangun portal dan jembatan timbang di Bakauheni. Sehingga, kendaraan yang tidak layak tidak bisa naik kapal,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan I Made Suartika mengatakan, akan terdapat pembangunan akses jalur kereta api langsung dari Bandara ke Pusat Kota. Jalur kereta api ini akan memudahkan masyarakat dan wisatawan dari bandara menuju pusat kota. Selain itu, terdapat jalur kereta api langsung dari Tegineneng menuju Bakauheni.

Sementara itu, akademisi Itera Jolison menyampaikan konsep pembangunan kereta api di Lampung dibangun secara sederhana. Maksudnya, dikembangkan dari sistem transportasi yang bertumbuh dan selalu adaptif dengan keperluan masyarakat.

“Pihak yang terlibat antara lain Pemprov Lampung, BUMD, Itera, WIKA. Tanpa mengandalkan APBD maupun APBN,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Mahad Aljamiah UIN Raden Intan Rayakan Maulid Nabi dengan Pawai Obor

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ratusan mahasantri Mahad Aljamiah UIN Raden Intan Lampung merayakan maulid Nabi …