Tekan Inflasi, Arinal Minta Bupati-Wali Kota Petakan Lahan Tingkatkan Produksi


HIGH Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung di Kantor Perwakilan BI Lampung, Selasa, 15/10/2019. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta bupati dan wali kota untuk memetakan lahan di wilayah masing-masing yang berpotensi meningkatkan produksi komoditas tertentu. Hal tersebut guna mengendalikan inflasi dan mengembangkan perekonomian.

Demikian arahan Arinal saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) TPID High Level Meeting (HLM) Provinsi Lampung. Rakor berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Selasa, 15/10/2019.

“Lampung kaya sumber daya. Petani berpengalaman. Permodalan hampir tidak ada masalah. Untuk itu, sebelum Kartu Petani Berjaya berfungsi, kami perlu memetakan wilayah yang dapat meningkatkan produksi komoditas tertentu. Sehingga, inflasi bisa ditekan serendah-rendahnya,” kata Arinal melalui rilis Humas Pemprov Lampung, Rabu, 16/10/2019.

Dia berharap, seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Lampung mengambil langkah-langkah strategis guna mengendalikan dan menekan laju inflasi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan, yaitu memberikan perhatian khusus dan berupaya meningkatkan produktivitas pelbagai produk.

“Dengan potensi dan kekayaan alam, Lampung seharusnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat, menekan laju inflasi, dan mewujudkan Rakyat Lampung yang berjaya,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BI Lampung Budiharto Setyawan menyampaikan bahwa perkembangan inflasi Provinsi Lampung relatif kendali hingga September 2019. Hal dimaksud dalam rentang sasaran target nasional sebesar 3,5±1%. Meski demikian, levelnya cenderung meningkat dibandingkan 2018.

“Sejak Mei 2019, komoditas cabai merah konsisten menjadi penyumbang inflasi terbesar di Provinsi Lampung. Andil inflasi cabai merah terpantau lebih tinggi dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Indonesia. (Hal ini) mengingat Lampung merupakan salah satu sentra cabai merah (10 besar nasional),” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum menyoroti over view inflasi. Dia menyampaikan komoditas potensi penyumbang inflasi Oktober-Desember 2019.

“Kenaikan harga rokok yang disebabkan oleh kenaikan cukai rokok, kenaikan harga beras yang disebabkan memasuki masa paceklik/kemarau, kenaikan tarif pesawat udara yang disebabkan memasuki masa libur sekolah, hari raya Natal dan tahun baru,” ujar Yeane.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Ini Menu Bakmi Jawa dan Wedang Ronde La Rise yang Bikin Antrean Ramai

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejak dibuka pada 26 Oktober 2019 lalu, Bakmi Jawa dan Wedang …