Kurangi Kemiskinan, Nunik Dorong Dinsos Lampung Wujudkan Program Merata


WAKIL Gubernur Lampung Chusnunia Chalim membahas program pengentasan kemiskinan dengan Dinsos, Selasa, 15/10/2019. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mendorong Dinas Sosial (Dinsos) setempat untuk mewujudkan program yang merata di setiap kabupaten/kota. Pemerataan program tersebut sebagai upaya mengurangi kemiskinan di Provinsi Lampung.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Chusnunia dengan pihak Dinsos Lampung. Pertemuan dimaksud berlangsung di ruang kerja wakil gubernur Lampung, Selasa, 15/10/2019.

Perempuan yang akrab disapa Nunik itu mengatakan, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan program lainnya untuk membantu masyarakat harus tepat sasaran. Sebab, pihaknya masih menerima laporan masyarakat yang mempersoalkan PKH dan BPNT. Terkadang, warga miskin yang memang membutuhkan tidak menerima program tersebut.

“Harus ada skemanya seperti apa. Laporkan kepada Kementerian Sosial sudah sejauh apa, seberapa frekuensinya karena harus dilakukan terus-menerus,” kata Nunik melalui rilis Humas Pemprov Lampung, Rabu, 16/10/2019.

Dia juga menekankan dalam upaya membantu keluarga pasien miskin di rumah sakit, baik di Lampung maupun Jakarta. Upaya dimaksud, yakni memfasilitasi kebutuhan rumah singgah. Selama ini, komunitas masyarakat yang memfasilitasi warga miskin.

“Fakta dilapangan ada kebutuhan untuk rumah singgah. Tolong secara peraturan perundang-undangan alokasi untuk rumah singgah ini yang memang benar-benar dari tangan pemerintah. Walapun memang sudah kami lakukan, tetapi itu melalui komunitas. Rumah singgah ini untuk warga miskin yang menunggu pasien miskin dirawat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Lampung Sumarju Saeni mengatakan, ada beberapa rencana strategis yang dituangkan dalam berbagai program. Misal, program pemberdayaan fakir miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT), dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya.

“(Melalui) program tersebut, kami melakukan peningkatan kemampuan petugas dan pendamping sosial pemberdayaan fakir miskin perdesaan, perkotaan, dan di pesisir pulau-pulau kecil dan daerah terpecil,” kata dia.

Program lainnya, pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial. Kemudian, program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial dan program perlindungan dan jaminan sosial.

“Kami juga melakukan inovasi dengan Gerakan Ayo Kuliah bagi siswa dari anak keluarga penerima manfaat PKH di Provinsi Lampung, melakukan pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk mendapatkan bantuan kebutuhan alat bantu disabilitas. Lalu, melakukan pencegahan secara primer, sekunder, dan tersier terhadap masyarakat dan pemuda rawan Napza (Narkotika) dengan bekerja sama dengan Insitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), serta Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk rehabilitasi Napza,” ujar Sumarju.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

PGN Kembali Raih Penghargaan LHKPN Terbaik dari KPK

JAKARTA, duajurai.co – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali mendapatkan penghargaan dari Komisi Pemberantasan …