BMKG: Musim Kemarau di Lampung Hingga Akhir Oktober


Musim kemarau | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, Provinsi Lampung masih mengalami musim kemarau hingga akhir Oktober mendatang. Kalaupun ada hujan belakangan ini bukanlah hujan masa pancaroba.

“Kalau ada hujan itu masih dari dampak dari pelambatan angin saja. Ada lapisan atmosfer yang membawa massa udara, sehingga hanya wilayah-wilayah tertentu yang hujan,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto kepada duajurai.co via telepon, Selasa, 15/10/2019.

Pihaknya memprakirakan masa pancaroba akan berlangsung akhir Oktober sampai November. Akan tetapi, sejumlah wilayah Lampung diramal memasuki musim hujan pada awal November, khususnya bagian barat dan utara.

“Jadi di Mesuji, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Barat, dan Pesisir Barat itu sudah memasuki musim hujan pada awal November,” ujarnya.

Menurutnya, angin di wilayah Lampung masih didominasi angin Monsun Australia yang karakternya membawa udara kering. Sehingga, pasokan uap air yang masuk ke wilayah Indonesia berkurang.

“Kami lihat Jumlah hotspot (titik panas) setiap hari fluktuasinya masih ada terus. Kalau laporan per kemarin ada kurang lebih 25 titik, tersebar di Lampung Timur dan Lampung Utara,” kata dia.

Rudi menambahkan, suhu wilayah Lampung masih panas pada siang hari, yakni sekitar 33 derajat celcius. Sedangkan sore hingga malam hari sudah suhu normal. Kalau di Bandar Lampung kisaran 24 derajat celcius.

“Lampung pernah mencapai suhu ekstrem, yaitu 36,5 derajat celcius. Padahal, normalnya 33-35 derajat celcius. Itu terjadi sekitar dua pekan lalu,” ujarnya.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Nanang Ermanto: Estimasi Anggaran Pendapatan Daerah Lamsel 2020 Rp 2,3 Triliun

KALIANDA, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyampaikan nota keuangan Rancangan …