Usai Konferensi PGRI, Menanti Harapan untuk Lampung Berjaya


GRAFIS Joe Chaniago/duajurai.co

Oleh AAN FRIMADONA ROZA | Wakil Ketua PGRI Kabupaten Way Kanan

SALAH satu amanat Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta pada 3-7 Juli 2019 lalu adalah pengurus provinsi yang telah usai masa jabatannya agar melaksanakan penyegaran melalui konferensi daerah. Terkait itu, PGRI Provinsi Lampung menjadi yang ke dua menggelar konferensi tingkat provinsi setelah Sulawesi Selatan.

Konfereni daerah PGRI Lampung pada 12-13 Oktober 2019 di Hotel Nusantara Bandar Lampung berjalan dengan lancar hingga terbentuknya kepengurusan baru masa bakti 2019-2024 di bawah pimpinan Drs Suharto MPd. Konferensi mengusung agenda utama yakni sinkronisasi perjuangan PGRI dalam kebijakan meningkatkan pendidikan abad ke-21 yang bermartabat, serta pemilihan ketua umum sebagai proses regenerasi kepemimpinan setiap lima tahun.

Konferensi dihadiri 426 utusan dari pengurus cabang, pengurus ranting, pengurus badan otonom, hingga peserta peninjau dari 14 kabupaten/kota di Lampung.

Dalam konferensi selama dua hari, seluruh pengurus cabang dari kabupaten/kota di Lampung menyampaikan pemandangan umum atas kinerja kepengurusan Wayan Satria Jaya. Pengurus cabang menerima laporan pengurus provinsi 2014-2019 dengan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas sejumlah capaian dari berbagai program kerja, juga dedikasi Wayan cs dalam membangun budaya pendidikan yang bermartabat.

Konferensi PGRI Lampung ke-14 tahun 2019 juga merumuskan program kerja untuk masa pengabdian lima tahun ke depan dengan mengusung tema “Mewujudkan PGRI sebagai Organisasi Profesi dan Perannya dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Lampung”.

Untuk mwwujudkan tema ini tentunya akan menyita energi dan pembiayaan yang tidak sedikit. Tersimpan harapan besar terhadap organisasi profesi guru untuk meningkatkan mutu pendidikan juga menyejahterakan guru, serta dapat mengantarkan peserta didik ke depan pintu gerbang kesuksesan di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan pada abad 21, khususnya di Provinsi Lampung, organisasi profesi guru seperti PGRI menghadapi tantangan yang kompleks. Mulai dari kebijakan pendidikan, kepemimpinan di unit pendidikan, infrastruktur, hingga proses pembelajaran.

Yang menjadi catatan penting adalah bagaimana kepengurusan baru dapat menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi yang berpengalaman, berkelas, serta menjadi tempat bergantungnya harapan guru-guru di seantero Lampung dalam berpacu mewujudkan pendidikan yang bermutu pada era digital saat ini.

Konferensi PGRI Lampung menegaskan betapa perhelatan demokratis dan mulia tersebut telah memberikan sumbangsih besar terhadap perkembangan pendidikan di Lampung. Mulai dari peningkatan kapasitas guru dengan isu pendidikan, berbagai terobosan program/kegiatan dalam bentuk pelatihan, seminar, dan lainnya, perlindungan guru, hingga peningkatan mutu pelayanan organisasi profesi dengan berbagai sistim teknologi informasi yang memudahkan guru dalam mengembangkan kegiatan keprofesiannya.

Tentunya ini sebuah catatan penting dalam perjalanan PGRI selama 10 tahun di Lampung, baik prestasi dan mutu, sekaligus ungkapan rasa terima kasih atas tenaga dan pemikiran jajaran kepengurusan lama. Semoga menjadi catatan amal ibadah terhadap profesi dan organisasi guru yang dipilih.

Harus juga diakui, rencana dan mimpi PGRI Lampung tidak semua berjalan dengan sempurna. Masih banyak persoalan guru/dosen/tenaga pendidik terkait peningkatan mutu pendidikan di Lampung. Ini menjadi kewajiban kepengurusan baru untuk lebih mengoptimalkan peran serta dan darma bakti dengan disokong semua anggota PGRI Lampung

Harapan besar juga terbesit agar ke depannya PGRI Lampung selalu terdepan memberikan sumbangsih pemikiran dan penyeimbang terhadap segala kebijakanan pelayanan pendidikan. Misalnya, pemerataan pelayanan pendidikan, atau kebijakan yang menuai polemik seperti sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru, sistem zonasi guru, serta masih banyak permasalahan lainnya.

Terakhir, banyak harapan yang kami titipkan bagi kepengurusan baru PGRI Lampung. Bagi kami PGRI menjadi semacam gantungan untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang cerdas dan unggul.

Terima kasih panitia Konferensi PGRI Lampung. Terima kasih kepengurusan PGRI Lampung 2015-2019, dan selamat bekerja pengurus masa bakti 2019-2024. Semoga sukses untuk Lampung Berjaya.

Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas, Yess! Tabik.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI IB ILHAM MALIK: Tantangan Baru Ibu Kota Negara di Kalimantan

RENCANA pemerintah mendirikan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan mendapat tantangan. Baru-baru ini terjadi kerusuhan …