Kedelai Dicuci di Kali Belau, Komisi III DPRD Bandar Lampung Diminta ke Lapangan


SEJUMLAH warga mencuci kedelai di Kali Belau, Gedung Pakuon, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu, 14/9/2019. Padahal, sungai tersebut dialiri limbah rumah tangga. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi meminta Komisi III dan Komisi IV menindaklanjuti laporan duajurai.co ihwal pencucian kedelai di Kali Belau, Gedung Pakuon, Telukbetung Selatan. Sehingga, bisa dicarikan solusi terkait persoalan tersebut.

“Saya sudah minta teman-teman komisi untuk segera menjadwalkan (turun ke lapangan),” kata Wiyadi via telepon, Senin, 14/10/2019.

Dia mengatakan, soal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat akan ditangani oleh Komisi IV. Sedangkan mengenai aliran sungainya atau persoalan lingkungannya kewenangan Komisi III.

“Jadi ada keterkaitan dua komisi. Nanti kami lihat, mau diambil yang mananya dahulu sudut pandangnya,” ujarnya.

Politikus PDIP itu menambahkan, pihaknya baru selesai membentuk alat kelengkapan dewan (AKD). Sehingga, baru dilakukan penetapan program kerja AKD. Karena itu, pihaknya memang baru bisa bergerak.

“Intinya, kami segera menindaklanjuti (persoalan tersebut),” kata dia.

Duajurai memberitakan sejumlah warga mencuci kedelai di Kali Belau, beberapa waktu lalu. Air sungai berwarna kehijauan. Sampah tersangkut di antara berbatuan. Selang-selang maupun paralon terlihat menjulur ke badan sungai, mengalirkan limbah rumah tangga. Tampak pula selang pembuangan limbah tinja yang langsung mengalir ke sungai.(*)

Baca juga Pembuat Tempe Cuci Kedelai di Kali Belau, Ichwan Adji Tawarkan Bangun Sumur Bor

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Warga Gedung Pakuon-Pesawahan Buang Limbah Tinja ke Kali-Parit, Septic Tank Komunal Jadi Solusi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lurah Gedung Pakuon Musa Shaleh menyatakan bahwa di wilayahnya terdapat 329 kepala keluarga …